Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Tak Terlihat

60
×

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Tak Terlihat

Sebarkan artikel ini

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Tak Terlihat

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Tak Terlihat

Megasora.com – Jakarta, Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Minggu (6/9/2026) malam. Berdasarkan pemantauan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, erupsi terjadi pada pukul 20.23 WIB.

Dalam laporan yang disampaikan melalui platform MAGMA Indonesia, kolom abu hasil erupsi tersebut tidak dapat diamati. Aktivitas vulkanik terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 58 milimeter (mm), sedangkan durasi erupsi berlangsung sekitar 44 detik.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Pemerintah mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar gunung api tersebut, khususnya dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

“Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau ataupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” demikian keterangan MAGMA Kementerian ESDM, Minggu malam.

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang

Erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Pemerintah memperpanjang penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 24.00 WIB sebagai langkah antisipasi terhadap potensi sebaran abu vulkanik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau perkembangan kondisi tersebut secara langsung dari Posko Terpadu Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Dudy, arah pergerakan angin mengalami perubahan. Jika sebelumnya angin bergerak ke arah barat, informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan angin kini bergerak ke timur dengan kecepatan sekitar 5 knot.

“Tadi per jam 5 lewat, kondisi debu yang semula tadi siang itu angin mengarah ke Barat, sekarang informasi BMKG anginnya mengarah ke Timur dengan kecepatan 5 knot, maka kami memutuskan memperpanjang penutupan bandara hingga pukul 24.00,” ujar Dudy.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait operasional penerbangan di bandara-bandara yang terdampak.

“Nanti akan kita pastikan apakah abu ini akan berkurang atau malah bertambah,” kata Dudy.

Dudy menegaskan, keputusan untuk memperpanjang penghentian sementara operasional bandara dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan dan keamanan para penumpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *