Megasora.com – Jakarta, Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat permintaan terhadap masker kembali meningkat. Kondisi tersebut terjadi setelah abu vulkanik dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, muncul keluhan mengenai harga masker yang mengalami kenaikan secara drastis. Sejumlah konsumen mengaku mendapati pesanan mereka dibatalkan oleh penjual, kemudian produk yang sama ditawarkan kembali dengan harga jauh lebih tinggi.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan warganet melalui Threads. Seorang pengguna dengan akun @bape*** mengaku pesanannya yang telah dibuat pada malam hari tiba-tiba dibatalkan oleh penjual pada pagi harinya dengan alasan harga mengalami perubahan.
“Semalem gw checkout trs td pagi dicancel katanya NAIK HARGA pas liat harga barunya bener2 naik 10x lipet gw doain debu dirumahlu muter terus ya!????!!!” tulis akun tersebut, dikutip detikcom, Senin (7/9/2026).
Pengalaman serupa juga dibagikan warganet lain yang mengaku hendak membeli masker KF95 dan KF94 melalui e-commerce. Saat akan menyelesaikan pembayaran, ia menerima pemberitahuan bahwa salah satu produk mengalami perubahan harga.
“Sebagai golongan yang rentan dengan abu dan asap. Hari ini aku langsung buka e-commerce buat checkout masker yg KF95 1 pack, yg KF94 2 pack. Pas mau aku payment ada notifikasi kalau salah satu produk ada perubahan. Aku back, cek lagi, ternyata yg berubah Harga Masker KF95. Langsung naik hampir 100% dari harga awal,” tulisnya.
Kenaikan harga juga dialami Tamara (31), warga Depok. Ia mengatakan pesanan masker yang dibuat melalui toko online dibatalkan secara sepihak oleh penjual. Produk yang dipesannya merupakan masker KN95 untuk orang dewasa dan anak-anak.
Tamara kemudian mendapati harga masker dari toko yang sama telah berubah cukup signifikan. Masker yang sebelumnya dibanderol Rp1.650 per buah setelah pesanan dibatalkan ditawarkan kembali dengan harga Rp16.500 per buah.
“Masker yang saya checkout tadi malam jenisnya KN95 untuk dewasa dan untuk anak. Ya, harga tersebut dari toko yang sama kurang lebih naik menjadi 10x lipat. Semula harga satuan Rp 1.650 setelah dicancel berubah menjadi Rp 16.500/pcs,” kata Tamara saat dihubungi detikcom, Senin (7/9/2026).
Tamara mengatakan pembelian masker dilakukan untuk melindungi dirinya dan keluarga dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Terlebih, masyarakat telah mendapatkan imbauan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan abu dan asap vulkanik.
Meski menemukan adanya kenaikan harga di sejumlah penjual, Tamara masih dapat memperoleh masker dengan harga yang menurutnya wajar dari toko lain.
“Saya memutuskan untuk membeli kembali dengan harga normal di toko berbeda dengan harga Rp 17.000/1 pack (isi 10 pcs) dan masker cadangan di minimarket seharga Rp. 11.700/pack (isi 5),” ujarnya.
Ia juga membandingkan harga masker yang selama ini ditemuinya di platform e-commerce. Menurutnya, masker KF94 dan KN95 dengan harga paling terjangkau sebelumnya masih berada di kisaran Rp12.000-Rp17.000 per kemasan.
“Sejauh penglihatan saya di ecommerce dari zaman covid-19, masker termurah jenis KF94 dan KN95 memiliki kisaran harga Rp 12.000-17.000 per pack (merk mouson). Tapi per hari ini (Minggu 6/9), di ecommerce dan di beberapa apotek kecil sudah membanderol harga menjadi Rp 16.000 dan Rp. 17.000 per pcs,” lanjutnya.
Fenomena tersebut menjadi perhatian karena masker merupakan salah satu kebutuhan masyarakat untuk menghadapi paparan abu vulkanik. Masyarakat pun diimbau lebih cermat saat membeli dan membandingkan harga dari sejumlah penjual agar tidak mendapatkan produk dengan harga yang tidak wajar.













