Scroll untuk baca artikel
Example floating
Ekonomi

Danantara Perluas Akses Perumahan

57
×

Danantara Perluas Akses Perumahan

Sebarkan artikel ini

Danantara Perluas Akses Perumahan

Danantara Perluas Akses Perumahan

Megasora.com – Jakarta, BPI Danantara terus mendorong terbentuknya ekosistem perumahan yang terintegrasi guna mempercepat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. Upaya tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari industri bahan bangunan, pengembang properti, kontraktor, hingga penyedia layanan pembiayaan perumahan.

Kolaborasi antarpelaku dalam rantai industri perumahan dinilai penting untuk menciptakan sistem yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Melalui integrasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh rumah dengan kualitas yang memadai, harga yang sesuai kemampuan, serta dukungan pembiayaan yang lebih mudah dijangkau.

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan penguatan ekosistem perumahan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam memiliki hunian. Menurut dia, akses terhadap rumah yang layak tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga berhubungan dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Danantara Housing Expo 2026 merupakan wujud dukungan Danantara Indonesia bersama seluruh ekosistem BUMN terhadap program 3 juta rumah yang menjadi program prioritas,” kata Rosan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Rosan menjelaskan Danantara berfokus menghadirkan tiga aspek utama melalui pengembangan ekosistem perumahan. Ketiga aspek tersebut meliputi ketersediaan rumah dengan kualitas baik dan harga terjangkau, pembiayaan dengan skema yang kompetitif, serta kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan hunian.

Menurut dia, keterhubungan antara sektor hulu dan hilir menjadi faktor penting dalam mewujudkan penyediaan rumah secara lebih cepat dan efisien. Ketersediaan bahan bangunan, kapasitas pengembang dan kontraktor, serta dukungan pembiayaan perlu berjalan secara selaras agar pembangunan hunian dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada sektor pembiayaan, Danantara mendorong penguatan kerja sama antara bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara dengan lembaga keuangan lain di lingkungan ekosistem BUMN. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak pilihan pembiayaan bagi masyarakat.

Rosan menilai sinergi sektor keuangan dapat membantu menghadirkan skema kredit perumahan yang lebih kompetitif dan sesuai dengan kemampuan masyarakat. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mengakses rumah tanpa menghadapi beban biaya yang terlalu berat.

“Memberikan skema pembiayaan yang kompetitif, terjangkau, melalui sinergi bank-bank Himbara dan lembaga keuangan lainnya yang berada di bawah ekosistem BUMN, serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat,” ujar Rosan.

Dia menambahkan kebutuhan masyarakat terhadap hunian terus menjadi perhatian penting pemerintah. Karena itu, Danantara bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berupaya memperkuat berbagai langkah untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.

Pemerintah memandang penyediaan hunian tidak cukup hanya dengan menambah jumlah unit rumah. Pembangunan juga perlu memperhatikan aspek keterjangkauan harga, kualitas bangunan, ketersediaan pembiayaan, serta kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai pilihan rumah yang tersedia.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai Danantara Housing Expo 2026 dapat menjadi sarana yang mempertemukan masyarakat secara langsung dengan berbagai pelaku dalam industri perumahan. Pameran tersebut mempertemukan calon pembeli dengan pengembang, perbankan, dan sektor industri pendukung dalam satu rangkaian ekosistem.

Menurut Maruarar, keberadaan platform tersebut dapat membantu masyarakat memahami pilihan hunian yang tersedia sekaligus memperoleh informasi mengenai berbagai alternatif pembiayaan. Dengan informasi yang lebih lengkap, calon pembeli dapat menyesuaikan pilihan rumah dengan kebutuhan dan kemampuan ekonominya.

“Kami berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi untuk memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan mendapatkan akses pembiayaan yang sesuai,” ujar Maruarar.

Dari sisi industri bahan bangunan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG turut mengambil peran dalam mendukung percepatan pembangunan rumah. Perusahaan menyediakan sejumlah solusi material konstruksi yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses pembangunan hunian.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan SIG dalam Danantara Housing Expo 2026 adalah Bata Interlock Presisi. Produk tersebut dirancang untuk membantu mempercepat pekerjaan konstruksi sekaligus mengoptimalkan pemakaian material dalam proses pembangunan rumah.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan inovasi bahan bangunan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap upaya pemerintah mempercepat realisasi program tiga juta rumah. SIG berupaya menghadirkan material yang dapat mendukung pembangunan dengan proses yang lebih efisien tanpa mengabaikan aspek kualitas.

Menurut Indrieffouny, penyediaan bahan bangunan yang efisien memiliki peran penting dalam mendukung industri perumahan. Efisiensi material dan waktu konstruksi dapat membantu pengembang mengelola biaya pembangunan sehingga peluang menghadirkan hunian dengan harga yang lebih terjangkau semakin besar.

Danantara Housing Expo 2026 sendiri berlangsung pada 27-30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti yang ditawarkan oleh lebih dari 130 pengembang, baik dari perusahaan BUMN maupun swasta.

Beragam pilihan hunian dalam pameran tersebut terbagi ke dalam sejumlah kategori yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Pembagian tersebut meliputi zona First Home, Family Home, dan Premium Living sehingga pengunjung dapat mencari properti berdasarkan kebutuhan serta kemampuan finansial masing-masing.

Kehadiran berbagai pengembang dalam satu ajang juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membandingkan pilihan rumah secara lebih luas. Selain melihat lokasi dan spesifikasi hunian, calon konsumen dapat memperoleh informasi mengenai harga serta alternatif pembiayaan yang tersedia.

Dari kelompok pengembang BUMN, sebanyak 12 perusahaan membawa sekitar 16.559 unit rumah yang berasal dari 98 proyek. Proyek-proyek tersebut tersebar di 23 provinsi dengan total nilai inventori properti yang ditawarkan mencapai sekitar Rp9,79 triliun.

Dari total unit yang ditawarkan pengembang BUMN tersebut, sebanyak 6.611 unit diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Sementara itu, sebanyak 9.948 unit lainnya masuk dalam kategori hunian non-MBR.

Data tersebut menunjukkan besarnya kapasitas ekosistem BUMN dalam mendukung penyediaan hunian di berbagai wilayah Indonesia. Dengan keterlibatan pengembang, industri bahan bangunan, perbankan, dan lembaga keuangan, Danantara berupaya membangun rantai pasok perumahan yang lebih terintegrasi.

Penguatan ekosistem tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah rumah yang tersedia, tetapi juga memperbaiki akses masyarakat terhadap hunian yang sesuai kebutuhan. Integrasi dari sisi pasokan, konstruksi, hingga pembiayaan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan nasional.

Melalui Danantara Housing Expo 2026, masyarakat juga mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung beragam pilihan properti dan skema pembiayaan dalam satu platform. Langkah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, industri konstruksi, pengembang, dan sektor keuangan dalam mendukung program tiga juta rumah.

Dengan ekosistem yang semakin terhubung, Danantara menargetkan proses penyediaan hunian dapat berlangsung lebih efisien dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan akses perumahan yang semakin inklusif sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *