Scroll untuk baca artikel
Example floating
Ekonomi

IHSG Bidik 6.440, Ini Saham Pilihan Analis

71
×

IHSG Bidik 6.440, Ini Saham Pilihan Analis

Sebarkan artikel ini

IHSG Bidik 6.440, Ini Saham Pilihan Analis

IHSG Bidik 6.440, Ini Saham Pilihan Analis

Megasora.com – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Setelah mencatat kenaikan cukup signifikan pada akhir pekan lalu, sejumlah analis melihat ruang bagi IHSG untuk bergerak menuju area 6.440 hingga 6.544. Investor tetap perlu memperhatikan pergerakan indeks karena potensi koreksi jangka pendek masih dapat muncul.

Pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, IHSG mengakhiri sesi dengan kenaikan 1,04% ke posisi 6.409,65. Penguatan tersebut turut mendapat dukungan dari peningkatan volume transaksi pembelian. Kondisi itu memberikan sinyal positif terhadap momentum pasar saham domestik menjelang perdagangan awal pekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pola pergerakan IHSG saat ini masih memberikan peluang bagi indeks untuk melanjutkan tren positif. Berdasarkan analisis teknikal yang ia gunakan, IHSG berada pada fase awal wave v dari wave © pada wave [iv].

Herditya memperkirakan pola tersebut dapat membawa IHSG menuju rentang 6.440 hingga 6.544. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati kemungkinan perubahan arah dalam jangka pendek. “Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.371-6.390,” kata Herditya dalam catatannya.

Dari sisi level teknikal, MNC Sekuritas menempatkan area 6.319 dan 6.201 sebagai level support IHSG. Sementara itu, area 6.454 dan 6.599 menjadi level resistance yang perlu diperhatikan investor pada perdagangan Senin.

Pandangan serupa datang dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas. Dalam risetnya, perusahaan sekuritas tersebut memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk menguat, meskipun kenaikannya kemungkinan berlangsung secara terbatas. Pilarmas menempatkan rentang support IHSG di sekitar 6.320 dan resistance di area 6.600.

Saham Pilihan Analis

Seiring dengan peluang penguatan IHSG, sejumlah saham masuk dalam daftar pilihan analis untuk perdagangan Senin. Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan tiga saham, yakni PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Sementara itu, Herditya dari MNC Sekuritas memasukkan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dalam daftar saham yang menarik untuk dicermati.

Rekomendasi tersebut mengacu pada pola pergerakan harga, volume transaksi, serta posisi teknikal masing-masing saham. Investor dapat menggunakan level entry, target harga, dan batas risiko sebagai acuan dalam menentukan strategi transaksi.

1. BULL — Trading Buy

Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mengakhiri perdagangan Jumat dengan kenaikan 1,33% ke level 456. Pergerakan tersebut juga mendapat dukungan dari peningkatan volume pembelian sehingga memberikan sinyal positif terhadap momentum saham.

Herditya melihat BULL masih memiliki peluang melanjutkan penguatan selama harga mampu bertahan di atas level 422. “Selama masih mampu berada di atas 422 sebagai area stoplossnya, BULL diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujar Herditya.

Berdasarkan analisis tersebut, strategi yang disarankan yakni Trading Buy pada kisaran 444-456. Target harga pertama berada di 494, sedangkan target berikutnya mencapai 520. Investor dapat menempatkan batas kerugian apabila harga turun di bawah 422.

2. BUMI — Buy on Weakness

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turut menunjukkan performa positif pada perdagangan Jumat. Harga saham BUMI naik 4,47% hingga mencapai level 187 dan bergerak dengan dukungan peningkatan volume transaksi pembelian.

Menurut Herditya, pola pergerakan saham tersebut masih membuka peluang penguatan lebih lanjut. “Kami memperkirakan, posisi BUMI sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” kata dia.

Untuk strategi transaksi, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Buy on Weakness pada kisaran 175-184. Target harga pertama berada di level 194 dan target berikutnya 210. Investor perlu memperhatikan level 166 sebagai batas risiko atau stoploss apabila tekanan jual meningkat.

3. MLPL — Buy on Weakness

Saham PT Multipolar Tbk (MLPL) mencatat kenaikan 5,21% hingga berada di level 101. Penguatan tersebut berlangsung bersamaan dengan bertambahnya volume pembelian sehingga memperlihatkan peningkatan minat pasar terhadap saham tersebut.

Herditya menilai MLPL masih mempunyai ruang untuk bergerak lebih tinggi selama harga bertahan di atas area 94. Berdasarkan perhitungan teknikalnya, posisi saham MLPL saat ini berada pada bagian dari wave 5 dari wave (1).

Strategi yang diberikan untuk saham MLPL adalah Buy on Weakness pada kisaran 97-99. MNC Sekuritas memasang target harga di level 108 dan 113. Sementara itu, level 94 menjadi batas stoploss yang perlu diperhatikan untuk mengendalikan risiko.

4. SRTG — Buy on Weakness

Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) juga mengakhiri perdagangan Jumat dengan kinerja positif. Harga saham SRTG naik 2,54% menjadi 1.820 dan mencatat peningkatan volume pembelian.

Herditya memperkirakan pergerakan saham SRTG masih berada dalam pola yang mendukung peluang penguatan berikutnya. “Kami memperkirakan, posisi SRTG sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i],” kata dia.

MNC Sekuritas memberikan strategi Buy on Weakness pada rentang 1.785-1.810. Target harga pertama berada di 1.855 dan target kedua mencapai 1.965. Untuk membatasi potensi kerugian, investor dapat memperhatikan level stoploss di bawah 1.755.

IHSG Menguat pada Penutupan Jumat

Sebelumnya, IHSG mencatat penguatan cukup kuat pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Indeks berhasil mengakhiri perdagangan di level 6.409,65 atau naik 1,04% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI, IHSG bergerak pada level tertinggi 6.409,65 dan menyentuh level terendah 6.347,42 sepanjang perdagangan. Indeks LQ45 juga mencatat penguatan sebesar 1,5% hingga mencapai 640,29.

Penguatan IHSG berlangsung ketika sebagian besar indeks sektoral bergerak positif. Kondisi pasar turut mendapat dukungan dari pergerakan rupiah yang berada di sekitar level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menilai salah satu faktor utama yang mendorong IHSG adalah kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,29% secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Angka tersebut berada di atas perkiraan konsensus pasar yang sebelumnya berada di kisaran 5,1%. “Data tersebut memperkuat keyakinan bahwa ekonomi domestik masih cukup resilien di tengah perlambatan global,” ujar Nafan saat dihubungi.

Selain data ekonomi, pergerakan sejumlah komoditas juga memberikan dukungan terhadap pasar saham. Kenaikan harga tembaga dan emas turut mendorong sentimen positif terhadap saham-saham sektor pertambangan.

Nafan menjelaskan bahwa sektor komoditas memiliki kontribusi cukup besar terhadap pergerakan IHSG. Penguatan harga komoditas tersebut kemudian memberikan dorongan tambahan terhadap indeks. Pada saat yang sama, kondisi rupiah yang stabil hingga menguat terhadap dolar AS juga membantu meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.

“ Kenaikan sektor ini (komoditas-red) turut mengangkat indeks. Di sisi lain, stabilisasi bahkan apresiasi mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang memberikan sentimen positif bagi kepastian investasi di pasar keuangan domestik,” ujar Nafan.

Mayoritas Saham Menguat

Kinerja positif IHSG pada akhir pekan lalu mendapat dukungan dari mayoritas saham yang bergerak naik. Sebanyak 355 saham mencatat penguatan, sedangkan 235 saham mengalami penurunan dan 203 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Bursa mencatat total frekuensi transaksi mencapai sekitar 2,2 juta kali dengan volume perdagangan sebanyak 38,1 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi saham pada hari tersebut mencapai sekitar Rp16,5 triliun.

Dari sisi sektoral, sektor infrastruktur mencatat penguatan paling tinggi dengan kenaikan 2,17%. Sektor basic materials juga tumbuh 1,63%, sedangkan sektor teknologi menguat 1,25%.

Sektor energi turut mencatat kenaikan sebesar 1,22%. Selanjutnya, sektor properti tumbuh 1,16%, sektor transportasi dan logistik naik 0,37%, sektor keuangan menguat 0,31%, serta sektor kesehatan bertambah 0,11%.

Sementara itu, sektor industri mencatat kenaikan sekitar 0,34%. Berbeda dengan mayoritas sektor lainnya, sektor konsumer siklikal justru mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 0,69%.

Dengan kondisi tersebut, investor dapat mencermati perkembangan IHSG dan saham-saham pilihan pada perdagangan Senin. Peluang penguatan tetap terbuka, tetapi potensi koreksi jangka pendek juga perlu menjadi perhatian, terutama ketika indeks mendekati area resistance.

Level support dan resistance dapat menjadi salah satu acuan dalam menyusun strategi perdagangan. Investor juga perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko, kondisi pasar, serta perkembangan sentimen ekonomi dan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *