Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

17 SNT Mulai Diisi 1.360 Siswa

86
×

17 SNT Mulai Diisi 1.360 Siswa

Sebarkan artikel ini

17 SNT Mulai Diisi 1.360 Siswa

17 SNT Mulai Diisi 1.360 Siswa

Megasora.com – Jakarta, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyampaikan bahwa sekitar 1.360 siswa kini mulai mengikuti kegiatan pembelajaran perdana di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Kehadiran SNT menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas sekaligus mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antardaerah.

Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI, Fahd Pahdepie, mengatakan SNT mulai menjalankan tahun ajaran pertamanya setelah pemerintah membuka sejumlah satuan pendidikan tersebut di berbagai wilayah Indonesia.

Fahd menjelaskan, pelaksanaan SNT berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tersebut pemerintah rancang untuk membangun lingkungan pendidikan yang lebih kuat serta memberikan kesempatan kepada siswa di berbagai daerah untuk memperoleh layanan pendidikan dengan standar yang baik.

“Saat ini karena baru dibuka, dan baru masa pengenalan lingkungan sekolah, artinya baru pertama ada angkatan pertama untuk SNT ini, tadi sudah disebutkan, untuk jenjang SMP ada 20 orang dan 2 kelas, kemudian juga untuk jenjang SMA 20 orang. Sehingga jumlahnya dari total 17 SNT yang sekarang beroperasi itu, sekarang ada sekitar 1.360 siswa,” ujar Fahd dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Saat ini, pemerintah telah mengoperasikan 17 SNT yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 13 provinsi. Sementara itu, pembangunan 20 SNT lainnya masih berlangsung sebagai bagian dari rencana perluasan program pendidikan tersebut.

Menurut Fahd, pemerintah mengambil langkah pembangunan SNT karena masih menemukan kesenjangan kualitas pendidikan di berbagai daerah. Kondisi tersebut terlihat dari data Kemendikdasmen per 30 Juni 2025 yang menunjukkan bahwa hanya 263 dari total 7.288 kecamatan atau sekitar 4 persen wilayah yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian mutu pendidikan yang tergolong baik melalui akreditasi A.

Persoalan pemerataan mutu pendidikan juga terlihat dari distribusi sekolah berkualitas yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pemerintah mencatat wilayah Papua, misalnya, baru memiliki empat sekolah dengan kategori mutu tersebut yang tersebar di tiga kecamatan.

Melalui SNT, pemerintah ingin memperluas keberadaan pusat pendidikan berkualitas hingga ke berbagai wilayah. Program tersebut menargetkan pembangunan sebanyak 500 satuan pendidikan di seluruh Indonesia secara bertahap.

Setiap SNT akan mendapatkan dukungan berbagai fasilitas pembelajaran untuk menunjang proses pendidikan siswa. Fasilitas tersebut antara lain perpustakaan yang memiliki akses terhadap jurnal ilmiah global, ruang diskusi, sarana olahraga, hingga kendaraan antar-jemput bagi peserta didik.

Selain menyiapkan sarana pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kualitas sumber daya manusia yang mengajar di SNT. Saat ini, sebanyak 17 kepala sekolah dan 204 tenaga pendidik telah bergabung dalam penyelenggaraan 17 SNT yang beroperasi.

Jumlah tenaga pendidik tersebut membuat rasio guru dan siswa berada pada tingkat yang relatif ideal. Dengan jumlah sekitar 1.360 siswa dan 204 guru, rata-rata seorang guru menangani sekitar enam siswa.

“Artinya 1 banding 6, 1 guru menangani 6 murid. Ini satu desain yang sangat ideal untuk sebuah sekolah yang ingin mencetak para lulusan atau mendidik siswa berprestasi, sesuai dengan visi Bapak Presiden,” kata Fahd.

Fahd menegaskan bahwa SNT memiliki karakteristik dan sasaran yang berbeda dengan Sekolah Rakyat maupun Sekolah Unggul Garuda. Meskipun ketiga program tersebut mempunyai tujuan besar yang sama, yakni memperluas kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, pemerintah menerapkan pendekatan yang berbeda pada masing-masing program.

SNT juga tidak hanya berfungsi sebagai sekolah bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran di dalamnya. Pemerintah merancang SNT sebagai pusat pengembangan pendidikan di wilayah sekitar dengan mendorong peningkatan kemampuan guru, pertukaran praktik pembelajaran yang baik, pemanfaatan berbagai sumber belajar, serta penguatan kerja sama dengan sekolah lain di daerah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, SNT akan menggabungkan pendidikan jenjang SMP dan SMA dalam satu lingkungan pembelajaran yang terintegrasi. Model tersebut memungkinkan peserta didik mendapatkan proses pendidikan yang berkesinambungan sekaligus mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Kegiatan belajar di SNT tetap mengacu pada kurikulum nasional. Namun, pemerintah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam yang mengintegrasikan berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan olahraga.

Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya mengejar capaian akademik. Sekolah juga menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengenali serta mengembangkan karakter, minat, bakat, dan kemampuan yang mereka miliki.

Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap SNT mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus keterampilan dan karakter yang kuat. Keberadaan sekolah ini juga diharapkan dapat menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Pemerintah secara bertahap akan memperluas pembangunan SNT hingga mencapai target 500 satuan pendidikan. Perluasan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas secara lebih merata, termasuk di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sekolah bermutu.

Melalui pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pendekatan pembelajaran yang lebih terintegrasi, SNT diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkecil kesenjangan pendidikan. Program tersebut sekaligus membuka peluang lebih besar bagi siswa berprestasi dari berbagai daerah untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *