Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Sumbar Kirim 2,2 Ton Rendang ke NTT

59
×

Sumbar Kirim 2,2 Ton Rendang ke NTT

Sebarkan artikel ini

Sumbar Kirim 2,2 Ton Rendang ke NTT

Sumbar Kirim 2,2 Ton Rendang ke NTT

Megasora.com – Jakarta, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan pangan berupa 2,2 ton rendang kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat Sumatera Barat terhadap warga NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

Bantuan rendang itu berasal dari hasil penggalangan donasi yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Sumatera Barat. Pemerintah daerah menghimpun bantuan tersebut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat sebelum mengirimkannya ke wilayah terdampak bencana.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan tersebut kepada Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dan PIC Posko Aju 1 Labuan Bajo Mayjen TNI (Purn) Luthfie Beta. Penyerahan berlangsung di Posko Aju 1 Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (25/8).

Dari keseluruhan bantuan yang dikirim, sebanyak 500 kilogram rendang langsung dibawa menuju Pos Kabupaten Manggarai. Mahyeldi bersama Abdul Muhari turut mengawal pengiriman bantuan tersebut untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh dukungan.

Setelah tiba di Pos Kabupaten Manggarai, rombongan bertemu dengan Bupati Manggarai Herybertus G L Nabit. Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menjelaskan bahwa bantuan rendang merupakan hasil kepedulian bersama warga Sumatera Barat yang ingin membantu masyarakat NTT melewati masa sulit akibat bencana.

“Kami membawa rendang yang dikumpulkan oleh pegawai-pegawai di Sumatera Barat dan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, pengiriman bantuan tersebut tidak sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas antardaerah. Ia menegaskan masyarakat NTT tidak menghadapi bencana seorang diri karena masyarakat dari berbagai daerah ikut memberikan dukungan.

“Bantuan ini dukungan dari masyarakat Sumatera Barat yang juga ikut merasakan duka, Nusa Tenggara Timur tidak sendirian, masih ada saudara-saudara kita di belahan pulau lain di Indonesia turut merasakan,” katanya.

Mahyeldi berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak sekaligus membantu proses pemulihan di sejumlah wilayah NTT. Ia juga menyampaikan harapan agar kondisi masyarakat dan daerah terdampak segera kembali pulih.

“Mudah-mudahan NTT cepat pulih kembali,” imbuhnya.

Pemilihan rendang sebagai bantuan pangan juga mempertimbangkan karakteristik makanan tersebut yang sesuai untuk kebutuhan dalam kondisi darurat. Rendang memiliki masa simpan yang relatif panjang sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat ketika akses distribusi dan fasilitas memasak masih menghadapi kendala.

Selain memiliki daya tahan cukup lama, rendang juga praktis untuk dikonsumsi. Masyarakat dapat menyantapnya bersama nasi setelah melalui proses pemanasan, sehingga makanan khas Sumatera Barat tersebut dinilai cocok sebagai salah satu bentuk dukungan logistik pangan bagi warga terdampak bencana.

Mahyeldi menegaskan bantuan dari Sumatera Barat tidak berhenti pada pengiriman 2,2 ton rendang. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama masyarakat masih melakukan koordinasi untuk melihat kebutuhan di lapangan dan menyiapkan kemungkinan dukungan tambahan bagi masyarakat NTT.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang membantu proses distribusi bantuan dari Sumatera Barat menuju lokasi terdampak. Dukungan tersebut mencakup pengiriman bantuan hingga Kabupaten Manggarai dengan menggunakan pesawat sehingga bantuan dapat bergerak lebih cepat menuju wilayah yang membutuhkan.

BNPB Pastikan Bantuan Sampai ke Masyarakat

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian masyarakat Sumatera Barat dan berbagai daerah lain yang memberikan bantuan bagi korban bencana di NTT. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Indonesia ketika menghadapi bencana.

Abdul Muhari menilai solidaritas lintas daerah menjadi kekuatan penting dalam penanganan bencana. Bantuan yang datang dari pemerintah daerah, masyarakat, lembaga maupun berbagai kelompok menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap warga yang sedang menghadapi kondisi darurat.

“Penyampaian bantuan dari masyarakat Sumatera Barat saat ini menunjukkan memang jiwa gotong royong kita sebagai bangsa, antar provinsi, kabupaten dan kota, terbangun sangat baik,” ujar Abdul Muhari.

Ia menjelaskan BNPB memiliki tanggung jawab untuk memastikan bantuan yang diterima dari berbagai pihak dapat diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, setiap bantuan yang masuk melalui jalur BNPB akan mengikuti mekanisme distribusi sesuai kondisi serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Kami di BNPB bertugas menyampaikan amanah dari Sumatera Barat, provinsi lain, lembaga dan entitas lain, agar sampai di tangan masyarakat terdampak,” tuturnya.

Abdul Muhari juga meminta seluruh pihak memahami bahwa proses penyaluran bantuan tidak selalu berlangsung dalam waktu bersamaan. Petugas perlu menyesuaikan distribusi dengan kondisi lapangan, akses menuju lokasi, serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.

“Kami terus berusaha hingga sampai di tangan masyarakat. Proses distribusi bantuan di posko kami lakukan secara bertahap,” kata Abdul.

Menurut dia, BNPB terus mengatur distribusi bantuan logistik melalui sejumlah titik penyaluran yang menjadi bagian dari jaringan penanganan bencana di NTT. Mekanisme tersebut bertujuan agar bantuan yang sudah terkumpul dapat menjangkau masyarakat secara tepat sesuai kebutuhan.

BNPB juga memastikan bantuan yang masyarakat titipkan melalui sejumlah posko utama akan diteruskan kepada warga terdampak. Beberapa jalur penyaluran mencakup Pos Halim, Posko Aju Labuan Bajo, hingga Maumere yang menjadi bagian dari jaringan distribusi bantuan untuk wilayah NTT.

“Semua dukungan logistik yang dititipkan kepada kami melalui Pos Halim, Labuan Bajo atau Maumere pasti kita akan sampaikan kepada masyarakat terdampak,” tutup Abdul Muhari.

Penyaluran bantuan dari Sumatera Barat tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam menghadapi bencana. Bantuan pangan tidak hanya memberikan dukungan secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan antara warga dari berbagai wilayah Indonesia.

Melalui pengiriman rendang tersebut, Sumatera Barat turut mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat. Pemerintah daerah bersama masyarakat berharap dukungan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan warga yang terdampak bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *