Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Flores Diguncang Ribuan Gempa Susulan

45
×

Flores Diguncang Ribuan Gempa Susulan

Sebarkan artikel ini

Flores Diguncang Ribuan Gempa Susulan

Gempa susulan guncang Flores. (BMKG)

Megasora.com – Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 7.492 gempa bumi susulan terjadi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Rabu (26/8/2026). Rangkaian gempa tersebut muncul setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).

BMKG terus memantau aktivitas seismik di kawasan tersebut untuk mengetahui perkembangan gempa susulan. Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 05.00 WIB pada 26 Agustus 2026, ribuan gempa susulan tercatat dengan kekuatan yang bervariasi.

“Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7.7 hingga tanggal 26 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Total gempa bumi susulan 7.492,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya pada Rabu (26/8/2026).

Dari ribuan aktivitas gempa tersebut, BMKG mencatat gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. Sementara itu, gempa dengan kekuatan paling rendah tercatat pada magnitudo 1.

Aktivitas gempa dengan kekuatan cukup besar juga masih terjadi. BMKG mencatat sebanyak 33 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan di wilayah Flores masih berlangsung setelah gempa utama pada pertengahan Agustus.

Selain mencatat jumlah dan kekuatan gempa, BMKG juga mengidentifikasi sejumlah gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat. Hingga pembaruan terakhir, sebanyak 143 gempa susulan tercatat dapat dirasakan.

“Gempa susulan dirasakan 143,” demikian keterangan BMKG dalam pembaruan informasi tersebut.

Rangkaian gempa yang terus berlangsung turut berdampak terhadap kondisi masyarakat di sejumlah kabupaten di Flores. Selain kerusakan bangunan, bencana tersebut juga menimbulkan korban jiwa, korban luka, serta memaksa ratusan ribu warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Flores mencapai 100 orang. BNPB menyampaikan data tersebut dalam pembaruan informasi yang disampaikan pada Senin (24/8/2026).

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bencana tersebut juga menyebabkan 1.603 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 180.327 jiwa akibat dampak gempa dan kerusakan yang terjadi di berbagai wilayah.

“Terkait dengan korban gempa yang meninggal dunia ada 100, luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers secara daring pada Senin (24/8/2026).

BNPB merinci korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kabupaten di NTT. Kabupaten Manggarai Barat mencatat satu korban meninggal, sedangkan Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 38 orang.

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 34 korban meninggal dunia. Kabupaten Ngada mencatat lima korban, Nagekeo sebanyak 13 korban, Ende tiga korban, serta Sikka enam korban.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga mengakibatkan kerusakan dalam jumlah besar terhadap rumah warga. BNPB mencatat sedikitnya 73.818 unit rumah mengalami kerusakan akibat rangkaian bencana tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23.276 rumah mengalami kerusakan berat. Kemudian, 17.563 rumah masuk kategori rusak sedang, sedangkan 32.979 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik yang menunjang aktivitas masyarakat. BNPB mencatat sebanyak 1.915 fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta sejumlah infrastruktur lainnya.

“Fasilitas umum, ini data sementaranya fasilitas umum adalah sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan infrastruktur-infrastruktur lainnya ada 1.915 unit yang rusak,” kata Suharyanto.

Pemerintah dan lembaga terkait terus melakukan penanganan terhadap dampak gempa di sejumlah wilayah terdampak. Penanganan mencakup pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan pengungsi, pelayanan bagi korban luka, serta upaya pemulihan fasilitas yang mengalami kerusakan.

Di tengah proses penanganan tersebut, masyarakat masih menghadapi potensi gempa susulan. Karena itu, pemerintah mengimbau warga untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan.

BMKG juga terus memperbarui informasi mengenai aktivitas gempa di Flores. Data jumlah gempa susulan dapat berubah seiring dengan hasil pemantauan dan analisis terbaru terhadap aktivitas seismik di kawasan tersebut.

Tingginya jumlah gempa susulan sejak gempa utama magnitudo 7,7 menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah Flores masih berlangsung. Masyarakat di daerah terdampak perlu tetap waspada, terutama ketika merasakan getaran yang berpotensi menimbulkan kepanikan atau bahaya tambahan.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan warga selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Selain memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, pemerintah perlu mempercepat pemeriksaan terhadap bangunan dan fasilitas umum sebelum masyarakat kembali beraktivitas secara normal.

Dengan jumlah korban dan kerusakan yang cukup besar, proses pemulihan pascagempa Flores membutuhkan koordinasi lintas lembaga. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BMKG, serta berbagai unsur lainnya perlu terus menyatukan langkah agar penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sementara itu, masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. Setiap perkembangan mengenai gempa, potensi bahaya, maupun langkah penanganan sebaiknya mengacu pada informasi yang disampaikan BMKG, BNPB, pemerintah daerah, dan instansi berwenang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *