Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Pramono Melayat Bambang, Korban Kericuhan 27 Agustus

71
×

Pramono Melayat Bambang, Korban Kericuhan 27 Agustus

Sebarkan artikel ini

Pramono Melayat Bambang, Korban Kericuhan 27 Agustus

Pramono Melayat Bambang, Korban Kericuhan 27 Agustus

Megasora.com – Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah duka Bambang Setiawan, warga yang meninggal dunia setelah aksi kericuhan terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Pramono tiba di rumah duka yang berada di Jalan Pejompongan Raya RT 002/RW 06, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/8) selepas waktu Magrib. Kedatangannya disambut oleh istri Bambang yang berada di rumah duka bersama keluarga.

Mengenakan kemeja hitam dan peci, Pramono datang bersama Wali Kota Jakarta Pusat Arifin. Setibanya di lokasi, Pramono langsung menemui keluarga korban untuk menyampaikan ucapan duka cita atas kepergian Bambang.

Pramono kemudian memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Gubernur DKI Jakarta itu juga berbincang dengan pihak keluarga selama kurang lebih 30 menit sebelum meninggalkan rumah duka.

Kehadiran Pramono menjadi bentuk perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap keluarga warga yang meninggal dalam rangkaian kericuhan tersebut. Setelah menyampaikan belasungkawa dan berbincang dengan keluarga, Pramono meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, aparat kepolisian menerima informasi mengenai seorang warga yang mengalami kondisi kritis ketika kericuhan berlangsung di kawasan Pejompongan pada Kamis malam. Polisi kemudian berupaya melakukan proses evakuasi terhadap korban setelah menerima laporan dari masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa petugas harus memastikan situasi di sekitar lokasi cukup aman sebelum melakukan evakuasi. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan aparat karena kericuhan masih berlangsung ketika polisi menerima informasi mengenai korban.

“Jadi berawal dari adanya informasi masyarakat kepada pihak kepolisian. Kita mengetahui bahwa di lokasi itu masih terjadi kerusuhan, sehingga Polri pun untuk melakukan evakuasi harus melihat menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas yang melakukan evakuasi,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (28/8).

Setelah situasi di lokasi dinilai aman, tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya kemudian bergerak untuk mengevakuasi Bambang. Saat petugas tiba, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Petugas selanjutnya membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RS TNI AL) Mintohardjo. Namun, kondisi Bambang tidak tertolong dan dokter menyatakan korban meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan.

Peristiwa tersebut menambah daftar warga yang terdampak akibat kericuhan yang berlangsung di kawasan Pejompongan. Kepolisian hingga kini masih menangani rangkaian kejadian tersebut serta melakukan langkah-langkah sesuai dengan situasi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *