Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Dari Bali, Presiden Cek Gempa NTT

49
×

Dari Bali, Presiden Cek Gempa NTT

Sebarkan artikel ini

Dari Bali, Presiden Cek Gempa NTT

Peluncuran program PLTS 100 GWp. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat peluncuran dan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di kawasan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Pembangunan PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) yang ditargetkan selesai dalam tiga tahun tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/YUANTARA FOTO/FIKRI YUSUF (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Megasora.com – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninggalkan Bali menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi untuk meninjau secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah. Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga akan melihat situasi para pengungsi sekaligus memastikan proses penanganan bencana berlangsung secara optimal.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan kunjungan Presiden menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi. Presiden juga ingin melihat secara langsung pelaksanaan penanganan bencana di lapangan serta memastikan koordinasi antarlembaga berjalan dengan baik.

“Presiden ingin memastikan kondisi masyarakat terdampak dan penanganan kebutuhan mereka berjalan dengan baik,” ujar Prasetyo Hadi di Denpasar, Bali, Rabu pagi.

Menurut Prasetyo, pemerintah pusat terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait dalam menangani dampak gempa yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores. Koordinasi tersebut penting agar bantuan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung cepat serta menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.

Sejak bencana terjadi, Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat. Pemerintah mengarahkan penyaluran bantuan agar berlangsung tepat sasaran, terkoordinasi, dan mencakup seluruh wilayah yang terdampak gempa di NTT.

Data pemerintah mencatat, sejak 15 Agustus hingga 24 Agustus 2026, bantuan yang telah dikirim ke sejumlah daerah terdampak di Pulau Flores mencapai 204,22 ton bahan kebutuhan pokok. Selain itu, pemerintah juga mendistribusikan 27,71 ton makanan siap santap dan 10,29 ton air mineral untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Tidak hanya kebutuhan pangan, pemerintah juga mengirimkan berbagai perlengkapan penanganan darurat. Bantuan tersebut mencakup obat-obatan, tenda pengungsian, selimut, matras, perangkat komunikasi, hingga dua fasilitas rumah sakit lapangan untuk memperkuat pelayanan kepada warga yang terdampak gempa.

Prasetyo menjelaskan pemerintah juga meningkatkan dukungan di sektor kesehatan dengan mengerahkan sejumlah fasilitas medis tanggap bencana. Upaya tersebut bertujuan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah yang mengalami dampak cukup besar akibat gempa.

Salah satu fasilitas kesehatan yang dikerahkan yakni KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut telah berada di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, dan menjalankan fungsi sebagai rumah sakit lapangan untuk membantu memberikan pelayanan medis kepada masyarakat terdampak.

Selain KRI Soeharso-990, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga juga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur. Fasilitas tersebut turut mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut.

Pelayanan kesehatan juga berlangsung melalui fasilitas rumah sakit lapangan di tingkat daerah. Pemerintah mengoperasikan rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang memberikan pelayanan medis, termasuk tindakan operasi bagi korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Di fasilitas tersebut, tenaga kesehatan telah melakukan 29 tindakan operasi secara kumulatif. Kehadiran fasilitas medis darurat itu membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus menunggu seluruh fasilitas kesehatan permanen kembali berfungsi secara normal.

Rumah sakit lapangan lainnya beroperasi di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Fasilitas tersebut memberikan dukungan untuk pelayanan kesehatan darurat, tindakan operasi, serta perawatan bagi masyarakat yang mengalami dampak akibat gempa bumi.

Pemerintah menegaskan penanganan bencana di NTT tidak berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah akan melanjutkan berbagai langkah pemulihan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kondisi infrastruktur di setiap wilayah terdampak.

“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Prasetyo.

Tahap pemulihan nantinya mencakup perbaikan berbagai fasilitas publik dan layanan dasar yang mengalami kerusakan. Pemerintah juga akan mendorong pembangunan kembali infrastruktur serta mendukung masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap.

Kunjungan Presiden Prabowo ke NTT sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat di wilayah terdampak. Kehadiran Presiden di lapangan diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah serta memastikan berbagai kebutuhan masyarakat memperoleh penanganan yang cepat.

Prasetyo menegaskan pemerintah akan terus bekerja bersama seluruh unsur terkait selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung. Pemerintah juga berupaya memastikan masyarakat NTT memperoleh dukungan yang memadai hingga kondisi kembali pulih.

“Pemerintah terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana,” ujar Prasetyo.

Melalui kunjungan langsung tersebut, Presiden Prabowo diharapkan dapat memperoleh gambaran terkini mengenai situasi di lapangan dan memastikan langkah penanganan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga berkomitmen melanjutkan proses pemulihan hingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *