Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Kemenhub Percepat Evakuasi KM Mutiara Sentosa II

67
×

Kemenhub Percepat Evakuasi KM Mutiara Sentosa II

Sebarkan artikel ini

Kemenhub Percepat Evakuasi KM Mutiara Sentosa II

Kemenhub Percepat Evakuasi KM Mutiara Sentosa II

Megasora.com – Jakarta, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan armada patroli milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta memperkuat sinergi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) beserta berbagai instansi terkait untuk menangani insiden kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, menjelaskan bahwa seluruh upaya saat ini dipusatkan pada penyelamatan penumpang dan awak kapal agar proses evakuasi berjalan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan optimal,” ujar Masyhud di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, api diduga mulai muncul sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ketika kapal berada di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kementerian Perhubungan memperoleh laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung mengaktifkan koordinasi bersama Basarnas serta berbagai pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

Sebagai langkah awal penanganan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget segera menyebarkan informasi mengenai keadaan darurat tersebut kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Pada saat yang sama, KPLP mengirimkan kapal patroli KN Grantin P.211, sementara Distrik Navigasi menyiapkan KN Masalembo untuk memperkuat proses pencarian dan evakuasi korban.

Masyhud mengungkapkan bahwa kapal Meratus Project 3 menjadi salah satu kapal pertama yang berhasil menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II. Namun, kapal tersebut tidak dapat mengevakuasi korban karena sedang mengangkut muatan yang tergolong berbahaya sehingga proses penyelamatan kemudian dilanjutkan oleh kapal-kapal lain yang berada lebih dekat dengan lokasi kejadian.

“Meratus Project 3 merupakan kapal yang pertama mengetahui posisi KM Mutiara Sentosa II. Namun, karena membawa muatan berbahaya, kapal tersebut tidak memungkinkan melakukan evakuasi sehingga bantuan dilanjutkan oleh kapal lain di sekitar lokasi,” kata Masyhud.

Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyampaikan bahwa operasi evakuasi masih terus berlangsung dengan dukungan sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar wilayah kejadian. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menjadi fokus penyelidikan oleh pihak berwenang.

Kementerian Perhubungan memastikan akan terus memantau perkembangan proses penanganan di lapangan. Informasi terbaru mengenai kondisi korban maupun hasil investigasi akan disampaikan kepada masyarakat setelah seluruh data berhasil dikumpulkan dan diverifikasi.

Di sisi lain, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan bahwa hingga Minggu pukul 18.00 WIB, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 232 korban dari insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, menyebutkan bahwa operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur SAR bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Data sementara hingga pukul 18.00 WIB menunjukkan sebanyak 232 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 227 orang dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang dinyatakan meninggal dunia,” ujar Nanang.

Tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian dan pendataan untuk memastikan seluruh penumpang serta awak kapal berhasil ditemukan. Pemerintah juga terus mengoordinasikan seluruh unsur yang terlibat agar penanganan keadaan darurat berlangsung secara maksimal sekaligus memberikan kepastian informasi kepada keluarga korban dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *