Megasora.com – Jakarta, Seorang anggota Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur meninggal dunia ketika menjalankan tugas memadamkan kebakaran di lahan kosong yang dipenuhi tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru I, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Petugas tersebut bernama Andriyono, yang menjabat sebagai Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung. Ia mengembuskan napas terakhir setelah mengalami gangguan kesehatan saat proses penanganan kebakaran masih berlangsung.
Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh, Irman Riyadi, menjelaskan bahwa Andriyono sempat kehilangan kesadaran ketika berada di lokasi kejadian. Menurutnya, kepulan asap tebal yang terbawa arah angin menuju posisi petugas diduga menyebabkan korban mengalami kekurangan oksigen.
“Saat itu arah angin bergerak ke barat sehingga asap pekat mengarah ke lokasi petugas yang sedang berjaga. Korban kemudian pingsan karena diduga mengalami kekurangan oksigen,” ujar Irman di lokasi kejadian, Minggu (2/8).
Setelah melihat kondisi tersebut, rekan-rekan Andriyono segera mengevakuasinya dari area kebakaran menuju Rumah Sakit Harapan Bunda untuk memperoleh pertolongan medis. Namun, seluruh upaya penyelamatan tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
“Ketika tiba di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Kami dari pengurus lingkungan juga sudah datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga,” kata Irman.
Di sisi lain, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara mengungkapkan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit jantung. Ia menjelaskan proses pemadaman kebakaran dimulai sejak Sabtu (1/8) sekitar pukul 07.00 WIB dan api berhasil dikuasai menjelang siang. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga Minggu pagi untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.
Menurut Bayu, Andriyono sempat mengeluhkan rasa nyeri pada bagian dada ketika sedang melakukan penyambungan selang pemadam.
“Saat menjalankan tugas menyambungkan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan sakit di bagian dada,” ujar Bayu.
Mendengar keluhan tersebut, rekan-rekan korban segera memanggil tim medis yang bersiaga di lokasi. Andriyono kemudian dibawa ke RS Harapan Bunda di kawasan Pasar Rebo untuk mendapatkan penanganan darurat.
“Tim medis langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Namun, pada pukul 13.30 WIB almarhum dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang kami miliki, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung,” jelas Bayu.
Bayu juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian salah satu anggotanya. Ia memastikan seluruh hak keluarga almarhum akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.
Kebakaran yang ditangani Andriyono terjadi di lahan seluas kurang lebih 6.000 meter persegi yang dipenuhi timbunan sampah. Dugaan sementara, api muncul akibat ulah sejumlah anak yang bermain api di kawasan tersebut pada Sabtu pagi. Tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api cepat meluas ke berbagai bagian lahan.
Operasi pemadaman melibatkan personel Gulkarmat bersama Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Dukuh. Selama proses berlangsung, petugas menghadapi tantangan karena tumpukan puing di permukaan menutupi sampah yang masih terbakar di bagian bawah.
Kondisi tersebut memicu munculnya ground fire atau api bawah permukaan yang terus menghasilkan asap tebal. Situasi itu membuat proses pemadaman sekaligus pendinginan memerlukan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran biasa. Hingga Minggu siang, petugas gabungan masih melakukan pembongkaran tumpukan sampah serta penyiraman di sejumlah titik guna memastikan tidak ada lagi bara maupun asap yang berpotensi memicu kebakaran kembali.













