Megasuara.com – Jakarta, Pemerintah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat layanan kereta di kawasan Bekasi hingga Cikarang. Kementerian Perhubungan menargetkan pembangunan proyek double-double track (DDT) Bekasi-Cikarang mulai berjalan pada 2027. Proyek ini muncul setelah tingginya kebutuhan jalur kereta yang lebih aman, cepat, dan mampu menampung lonjakan perjalanan harian masyarakat Jabodetabek. Pemerintah juga memasukkan proyek tersebut ke dalam rencana strategis nasional sektor transportasi hingga 2029.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pemerintah ingin mempercepat pengembangan jalur rel di koridor Bekasi-Cikarang. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu lintasan kereta paling padat di Indonesia. Kereta jarak jauh, KRL Commuter Line, hingga angkutan barang melintasi rel yang sama setiap hari. Kondisi itu sering memicu antrean perjalanan kereta dan meningkatkan risiko gangguan operasional ketika satu perjalanan mengalami hambatan.
Kementerian Perhubungan ingin menghadirkan pola perjalanan yang lebih tertata. Jalur khusus KRL nantinya akan melayani perjalanan komuter dengan frekuensi tinggi tanpa terganggu kereta jarak jauh. Sementara jalur lain akan melayani kereta antarkota dan logistik nasional. Pemerintah berharap pola tersebut bisa memangkas kepadatan perjalanan kereta di wilayah Bekasi dan Cikarang yang terus tumbuh setiap tahun.
Rencana percepatan proyek DDT juga berkaitan dengan kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Insiden itu mendorong evaluasi besar terhadap kapasitas jalur dan sistem operasional kereta di kawasan padat penumpang. Pemerintah kemudian menempatkan pengembangan rel tambahan sebagai prioritas utama demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta di masa mendatang.
Kawasan Bekasi dan Cikarang memang berkembang menjadi pusat mobilitas terbesar di timur Jakarta. Ribuan pekerja setiap hari menggunakan KRL untuk menuju pusat bisnis ibu kota. Di sisi lain, kawasan industri di Cikarang juga membutuhkan jalur logistik yang stabil untuk mendukung distribusi barang. Pemerintah melihat kebutuhan tersebut terus meningkat sehingga kapasitas jalur lama sudah tidak lagi memadai.
Pengembangan DDT sebelumnya juga pernah mendapat dukungan pembiayaan negara melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pemerintah memakai pembiayaan tersebut untuk mempercepat proyek rel ganda Manggarai-Cikarang yang sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Jalur baru itu membantu memperluas layanan KRL hingga Stasiun Cikarang dan mengurangi kepadatan penumpang di sejumlah titik utama.
Pemerintah belum mengumumkan total anggaran terbaru untuk pembangunan segmen Bekasi-Cikarang. Namun Kementerian Perhubungan memastikan kebutuhan anggaran sudah masuk dalam rencana pembangunan periode 2027 hingga 2029. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung percepatan proyek infrastruktur tersebut.
Masyarakat pengguna KRL menyambut positif rencana pembangunan jalur tambahan itu. Banyak penumpang berharap perjalanan kereta menjadi lebih cepat dan jarang mengalami antrean. Selama ini penumpukan kereta sering muncul ketika jadwal perjalanan jarak jauh berbarengan dengan KRL pada jam padat penumpang. Kondisi tersebut membuat waktu tunggu kereta menjadi lebih lama terutama pada pagi hari dan menjelang malam.
Para pengamat transportasi juga menilai proyek DDT menjadi langkah penting untuk masa depan transportasi Jabodetabek. Jalur rel tambahan dinilai mampu meningkatkan efisiensi perjalanan sekaligus memperbesar kapasitas penumpang harian. Selain itu, pemisahan jalur akan membantu operator kereta menjaga ketepatan waktu perjalanan sehingga masyarakat semakin percaya menggunakan transportasi publik.
Pembangunan DDT Bekasi-Cikarang diperkirakan membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jakarta. Infrastruktur transportasi yang lebih baik dapat mempercepat mobilitas pekerja dan distribusi barang industri. Pemerintah ingin menjadikan jalur kereta sebagai tulang punggung transportasi modern yang mampu mengurangi kemacetan jalan raya dan menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Ketika proyek ini berjalan sesuai target, masyarakat Bekasi dan Cikarang akan menikmati jaringan kereta yang lebih terintegrasi. Jalur yang lebih luas juga memberi ruang bagi peningkatan frekuensi perjalanan KRL pada masa mendatang. Pemerintah berharap proyek DDT tidak hanya memperkuat transportasi publik, tetapi juga menciptakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi jutaan warga Jabodetabek setiap hari.










