Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Rupiah Berpeluang Menguat, Mata Uang Asia Membaik

40
×

Rupiah Berpeluang Menguat, Mata Uang Asia Membaik

Sebarkan artikel ini

Rupiah Berpeluang Menguat, Mata Uang Asia Membaik

Rupiah Berpeluang Menguat, Mata Uang Asia Membaik

Megasora.com – Jakarta, Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Penguatan tersebut didukung oleh membaiknya sebagian besar mata uang di kawasan Asia, khususnya yen Jepang, di tengah pelemahan indeks dolar AS.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat tipis dipengaruhi oleh menguatnya mayoritas mata uang kawasan, terutama yen Jepang seiring melandainya index dollar,” ujar Rully kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pergerakan positif yen terjadi setelah mata uang Jepang tersebut sempat menguat ke level sekitar 155 yen per dolar AS. Kondisi itu dipicu oleh meningkatnya spekulasi pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) berpotensi menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan bulan ini.

Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ turut mendorong penguatan yen karena pasar memperkirakan selisih tingkat suku bunga Jepang dan Amerika Serikat dapat semakin menyempit dalam waktu dekat.

Gubernur BoJ Kazuo Ueda sebelumnya telah menyampaikan bahwa bank sentral Jepang terbuka untuk kembali menaikkan suku bunga dengan tetap memperhatikan perkembangan ekonomi dan tingkat harga. Di sisi lain, pasar memperkirakan Federal Reserve AS masih akan menahan suku bunga pada level saat ini untuk sementara waktu seiring tekanan inflasi yang mulai mereda.

Meski demikian, sentimen dari dalam negeri masih menjadi perhatian pelaku pasar. Kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit neraca perdagangan kembali meningkat, terutama akibat kenaikan harga minyak dunia yang dapat mendorong kebutuhan terhadap dolar AS.

“Harga minyak Brent tembus 98 dolar AS per barel dan WTI 93 dolar AS per barel. Peningkatan permintaan dolar terbesar berasal dari impor yang naik 27 persen secara tahunan,” kata Rully.

Kondisi tersebut menjadi faktor yang berpotensi membatasi penguatan rupiah, meskipun sentimen eksternal dari perbaikan mata uang kawasan dan pelemahan dolar AS memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *