Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Jelang Demo, Jalan Depan DPR Ditutup

66
×

Jelang Demo, Jalan Depan DPR Ditutup

Sebarkan artikel ini

Jelang Demo, Jalan Depan DPR Ditutup

Penutupan sejumlah ruas jalan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas di tengah kegiatan penyampaian pendapat.

Megasora.com – Jakarta, Aktivitas lalu lintas di sekitar kompleks Gedung DPR/MPR, Jakarta, mulai mengalami perubahan pada Kamis (27/8/2026). Kondisi tersebut terjadi menyusul penutupan sejumlah ruas Jalan Gatot Subroto yang berada di sekitar lokasi aksi demonstrasi.

Penutupan jalan turut berdampak terhadap layanan transportasi umum. Transjakarta melakukan sejumlah penyesuaian perjalanan, mulai dari pemendekan rute, penghentian sementara layanan, hingga pengalihan lintasan untuk bus yang melintasi kawasan tersebut.

Informasi mengenai perubahan operasional itu disampaikan Transjakarta melalui akun resmi X. Penyesuaian dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lalu lintas dan memastikan perjalanan bus tetap dapat berlangsung di tengah penutupan akses menuju kawasan Gedung DPR/MPR.

Salah satu layanan yang mengalami perubahan adalah Rute 8N yang menghubungkan Kebayoran dengan Petamburan melalui kawasan Asia Afrika. Transjakarta mempersingkat perjalanan rute tersebut akibat adanya penutupan jalan di sekitar gedung parlemen.

“Rute 8N: Kebayoran – Petamburan via Asia Afrika mengalami perpendekan rute menjadi Kebayoran – Asia Afrika dikarenakan adanya penutupan jalan di sekitar Gedung DPR/MPR,” tulis Transjakarta.

Dengan perubahan tersebut, bus menuju arah Kebayoran tidak melayani sejumlah titik pemberhentian mulai dari Halte Petamburan hingga Bus Stop Istora Senayan. Sementara perjalanan menuju arah Petamburan juga tidak melayani pemberhentian dari Bus Stop MPR 1 sampai Bus Stop Taman Ria.

Selain Rute 8N, dua layanan Transjakarta lainnya juga mengalami penghentian operasional sementara. Kedua layanan tersebut yakni Rute 1F dengan lintasan Stasiun Palmerah-Bundaran Senayan dan Rute 1B yang melayani perjalanan Stasiun Palmerah-Transport HUB Dukuh Atas.

Transjakarta menyebut penutupan jalan di sekitar Gedung DPR/MPR menjadi alasan penghentian sementara kedua layanan tersebut. Operator transportasi publik itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna atas perubahan perjalanan yang terjadi.

“Rute 1F: Stasiun Palmerah – Bundaran Senayan, Rute 1B: Stasiun Palmerah – Transport HUB Dukuh Atas saat ini tidak beroperasional dikarenakan adanya penutupan jalan sekitar Gedung DPR/MPR. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” demikian keterangan Transjakarta.

Perubahan perjalanan juga berlaku pada sejumlah layanan lain yang melewati kawasan terdampak. Transjakarta melakukan rekayasa lintasan pada Koridor 9 serta Rute 9A, 10H, 1W, 3F, S61, SH2, dan T31.

Pada sejumlah perjalanan tersebut, bus yang bergerak menuju arah Pluit mendapat pengalihan melalui jalan tol. Penyesuaian itu membuat beberapa halte di sekitar kawasan demonstrasi untuk sementara tidak masuk dalam lintasan layanan.

“Koridor 9, Rute 9A, 10H, 1W, 3F, S61, SH2, T31 mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya penutupan jalan sekitar Gedung DPR/MPR. Sementara operasional arah Pluit dialihkan via tol dan tidak melayani Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan,” kata Transjakarta.

Penutupan akses tidak hanya berdampak pada angkutan umum di jalan arteri. Pengelola jalan tol, Jasa Marga, juga memberlakukan penutupan sementara pada salah satu akses keluar tol yang terhubung dengan kawasan tersebut.

Jasa Marga mengumumkan penutupan Exit Tol Pejompongan KM 09+800. Akses tersebut ditutup sementara bagi kendaraan yang datang dari arah Semanggi karena terdapat kegiatan penyampaian pendapat di jalan arteri depan Gedung MPR/DPR.

“Akses keluar Pejompongan KM 09+800 dari arah Semanggi DITUTUP SEMENTARA, ada kegiatan penyampaian pendapat di jalan arteri depan Gedung MPR/DPR. Harap gunakan jalur alternatif,” tulis Jasa Marga.

Penutupan serupa juga berlaku bagi kendaraan yang datang dari arah Tomang. Jasa Marga meminta pengguna jalan mencari rute lain selama akses keluar Pejompongan belum dapat digunakan.

“Akses keluar Pejompongan KM 09+800 arah Tomang DITUTUP SEMENTARA, ada aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. GUNAKAN JALUR ALTERNATIF,” lanjut Jasa Marga.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang hendak melintas di sekitar kompleks parlemen perlu memperhitungkan waktu perjalanan. Pengguna kendaraan pribadi maupun angkutan umum juga perlu memantau informasi terbaru mengenai rekayasa lalu lintas dan perubahan layanan.

Bagi pengguna Transjakarta, pengecekan informasi operasional sebelum berangkat menjadi penting karena sejumlah rute dapat mengalami perubahan mengikuti perkembangan situasi di lapangan. Penumpang juga dapat mempertimbangkan titik naik dan turun alternatif apabila halte yang biasa digunakan masuk dalam area terdampak.

Sementara itu, pengguna kendaraan yang hendak melewati Jalan Gatot Subroto dan akses di sekitar Gedung DPR/MPR disarankan memilih jalur alternatif. Penyesuaian perjalanan dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan akibat kepadatan lalu lintas yang berpotensi meningkat selama aksi berlangsung.

Penutupan sejumlah ruas jalan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas di tengah kegiatan penyampaian pendapat. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas serta memperhatikan perkembangan informasi dari operator transportasi dan pengelola jalan.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas tersebut, kondisi perjalanan di sekitar Gedung DPR/MPR diperkirakan dapat berubah sewaktu-waktu. Pengguna jalan dan penumpang Transjakarta sebaiknya memastikan informasi terbaru sebelum melintasi kawasan tersebut agar dapat memilih perjalanan yang paling sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *