Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palu, AKP Ismailboby, mengungkapkan bahwa korban dan terduga pelaku berasal dari daerah yang sama serta bekerja di lokasi yang sama sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.
“Mereka berasal dari satu kampung. Pelaku dan korban juga bekerja di tempat pemotongan ayam yang sama,” ujar AKP Ismailboby, Senin (27/7).
Meski identitas terduga pelaku telah berhasil dikantongi, aparat kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran untuk menangkap yang bersangkutan. Tim penyidik terus mengumpulkan informasi di lapangan guna mempercepat proses penangkapan.
“Pelaku masih dalam pengejaran, tetapi identitasnya sudah kami ketahui,” katanya.
Peristiwa pembunuhan tersebut menewaskan seorang pria berusia 32 tahun yang diduga mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam. Selain itu, anak perempuan korban juga ditemukan meninggal dunia. Polisi menduga korban anak kehilangan nyawa setelah pelaku menekan wajahnya menggunakan bantal di dalam rumah.
Sementara itu, istri korban berhasil ditemukan dalam kondisi masih hidup, namun mengalami luka sehingga harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.
“Anak korban diduga meninggal setelah ditindih menggunakan bantal. Saat ini, istri korban masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara,” jelas Ismailboby.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi memperoleh informasi bahwa sebelum kejadian berlangsung, korban bersama pemilik usaha tempatnya bekerja sempat mendatangi rumah terduga pelaku untuk mengambil sebuah sepeda motor. Namun, penyidik belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut berkaitan langsung dengan aksi pembunuhan.
“Motifnya masih belum dapat dipastikan karena pelaku belum berhasil diamankan. Kami masih terus melakukan pengejaran dan pendalaman terhadap kasus ini,” tutup Ismailboby.













