Megasora.com – Jakarta, Perum Bulog Cabang Cianjur, Jawa Barat, memastikan kegiatan pembelian Gabah Kering Giling (GKG) dari petani tetap berlangsung meskipun capaian penyerapan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Gabah petani masih dibeli dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai upaya menjaga kesejahteraan petani sekaligus memperkuat cadangan pangan.
Kepala Perum Bulog Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mempertahankan penyerapan hasil panen petani di wilayah kerja Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memberikan kepastian pasar bagi petani selama musim panen berlangsung.
“Hingga Juli 2026, penyerapan gabah di wilayah kerja kami masih berjalan dengan baik. Walaupun target sudah terlampaui, Bulog tetap membeli gabah petani sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Muhammad Azwar Fuad di Cianjur, Senin.
Ia mengungkapkan, sejak awal musim panen hingga pertengahan 2026, volume gabah yang berhasil diserap mencapai sekitar 74 ribu ton. Sementara itu, persediaan beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai 30.778 ton sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.
Menurut Azwar, tingginya realisasi penyerapan menunjukkan antusiasme petani untuk menjual hasil panennya kepada Bulog. Kondisi tersebut sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah di wilayah Cianjur dan Sukabumi.
“Stok beras yang kami miliki dalam kondisi aman. Penyerapan gabah juga terus kami lakukan agar ketahanan pangan di Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi tetap terjaga,” katanya.
Azwar menambahkan, hingga Juli 2026 realisasi penyerapan gabah telah mencapai sekitar 130 persen dari target awal sebesar 33.722 ton. Meskipun demikian, Bulog tidak menghentikan proses pembelian karena masih ingin memberikan jaminan pemasaran bagi petani yang sedang memasuki masa panen.
Ia menilai langkah tersebut dapat menjaga semangat petani untuk terus meningkatkan produksi tanpa khawatir kesulitan menjual hasil panennya. Dengan adanya kepastian pembelian dari Bulog, petani diharapkan tetap memperoleh harga yang layak sesuai ketentuan pemerintah.
“Kami ingin petani merasa tenang karena hasil panennya tetap terserap. Selama masih ada gabah yang memenuhi persyaratan, Bulog akan terus melakukan pembelian sepanjang tahun 2026,” ujarnya.
Selain memperkuat penyerapan gabah, Bulog Cianjur juga menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama musim kemarau. Upaya tersebut meliputi penguatan cadangan beras pemerintah serta optimalisasi distribusi bantuan pangan kepada masyarakat.
Azwar mengatakan, program bantuan pangan nasional menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stok beras pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Program bantuan pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat terus kami jalankan. Di tiga wilayah kerja kami terdapat sekitar 400 ribu KPM yang menerima bantuan beras selama tiga bulan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di masyarakat,” kata Azwar.













