Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Studi: Cium Aroma Cokelat, Performa Meningkat

53
×

Studi: Cium Aroma Cokelat, Performa Meningkat

Sebarkan artikel ini

Studi: Cium Aroma Cokelat, Performa Meningkat

Studi: Cium Aroma Cokelat, Performa Meningkat

Megasora.com – Jakarta, Aroma cokelat hitam berpotensi memberikan manfaat bagi seseorang yang menjalani latihan kekuatan dalam kondisi belum makan. Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Physiology, yang menunjukkan bahwa paparan aroma cokelat hitam dapat membantu meningkatkan kemampuan berolahraga sekaligus mengurangi dorongan untuk makan selama sesi latihan.

Penelitian yang dikutip dari Health melibatkan 23 pria muda dengan kondisi kesehatan yang baik dan telah terbiasa menjalani latihan kekuatan. Para peneliti meminta setiap peserta menjalani latihan leg extension setelah menghirup tiga jenis aroma yang berbeda, yaitu cokelat hitam cair, cokelat susu cair, dan cairan berbasis air yang digunakan sebagai pembanding.

Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa peserta yang menghirup aroma cokelat hitam mampu melakukan rata-rata sekitar 18 repetisi leg extension lebih banyak dibandingkan ketika mereka menghirup aroma pembanding. Selain menunjukkan peningkatan performa fisik, para peserta juga mengaku merasa lebih kenyang, tingkat rasa lapar menurun, dan keinginan untuk makan menjadi lebih rendah.

Sebaliknya, kelompok yang menghirup aroma cokelat susu juga mengalami peningkatan kemampuan latihan, tetapi hasilnya tidak sebesar kelompok aroma cokelat hitam. Rata-rata mereka hanya menambah sekitar sembilan repetisi, sementara pengaruh terhadap pengendalian rasa lapar terlihat lebih terbatas.

Salah satu penulis penelitian, Mohamed Nashrudin bin Naharudin, menjelaskan bahwa aroma cokelat kemungkinan mengaktifkan memori otak yang berkaitan dengan pengalaman mengonsumsi makanan yang mengenyangkan.

“Aroma cokelat diduga membangkitkan ingatan otak terhadap makanan yang memberikan rasa kenyang. Respons tersebut dapat membantu menekan rasa lapar sehingga seseorang tetap mampu mempertahankan performa latihan meskipun belum mengonsumsi tambahan kalori,” ujar Mohamed Nashrudin bin Naharudin.

Penjelasan tersebut sejalan dengan pandangan ahli kinesiologi dari Michigan State University, Nicholas Mortensen. Menurutnya, indra penciuman memiliki hubungan yang sangat erat dengan pusat pengatur emosi, memori, penghargaan, dan nafsu makan di dalam otak.

“Aroma makanan mampu memengaruhi area otak yang mengatur memori, emosi, sistem penghargaan, hingga rasa lapar. Pada aroma cokelat susu, peningkatan performa kemungkinan lebih banyak dipicu oleh respons emosional positif yang membuat seseorang lebih termotivasi saat berlatih,” kata Nicholas Mortensen.

Meskipun hasil penelitian menunjukkan prospek yang menarik, para peneliti mengingatkan bahwa temuan tersebut belum dapat diterapkan secara luas. Penelitian hanya melibatkan jumlah peserta yang terbatas, seluruhnya merupakan pria berusia muda, serta hanya menguji satu jenis latihan kekuatan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang melibatkan kelompok peserta yang lebih beragam agar manfaat aroma cokelat dapat dipastikan pada berbagai kondisi.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Fredericson turut mengingatkan bahwa aroma makanan tidak dapat menggantikan kebutuhan nutrisi sebelum berolahraga.

“Masyarakat maupun atlet sebaiknya tidak menjadikan aroma makanan sebagai pengganti asupan sebelum latihan. Pemenuhan kebutuhan energi melalui makanan bergizi tetap menjadi cara terbaik untuk mendukung performa sekaligus mencegah kekurangan energi yang dapat berdampak pada kesehatan,” ujar Michael Fredericson.

Para ahli menilai hasil penelitian ini membuka peluang baru mengenai hubungan antara indra penciuman dan performa fisik. Namun, mereka menegaskan bahwa pola makan seimbang, kecukupan energi, serta program latihan yang tepat tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kebugaran dan meningkatkan hasil latihan secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *