Megasora.com – Jakarta, Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, Syerly, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat setelah video yang memperlihatkan dirinya menanggapi keluhan warga dengan nada bercanda menjadi perbincangan luas di media sosial. Dalam video tersebut, Syerly terlihat mengomentari seorang warga yang menyampaikan aspirasi mengenai lampu penerangan jalan umum (LPJU) kepada Wali Kota Medan, Rico Waas.
Syerly menjelaskan bahwa ucapannya muncul secara spontan karena merasa memiliki hubungan yang akrab dengan warga yang menyampaikan keluhan tersebut. Menurutnya, candaan itu tidak dimaksudkan sebagai bentuk penghinaan atau pelecehan terhadap aspirasi masyarakat.
“Saya memohon maaf kepada publik karena itu murni karena spontanitas saya. Karena saya merasa dekat dan akrab serta sering bercanda kepada Ibu Ulfa, dan sebaliknya Ibu Ulfa pun demikian kepada saya, jadi terucap begitu saja,” ujar Syerly, Rabu (29/7).
Ia menuturkan bahwa dirinya telah lama mengenal warga bernama Ulfa sehingga komunikasi di antara mereka kerap berlangsung secara santai. Bahkan, sebelum Wali Kota Medan tiba di lokasi, Ulfa sempat menanyakan kepadanya mengenai waktu kedatangan Rico Waas.
“Dan saya sama si Ulfa ini sudah lama mengenal dan kita pun ada juga terkait dengan keluarga. Tiap harinya pun kita sering ketemu sapa. Bahkan waktu Pak Wali datang pun dia pun bertanya sama saya, ‘Bu, jam berapa, Bu, Pak Wali datang?’, ‘Sebentar lagi, ini lagi di jalan’, sebelum Pak Wali datang,” jelasnya.
Mengenai persoalan lampu penerangan jalan yang dikeluhkan warga, Syerly menyebut pemerintah kelurahan telah menyampaikan laporan kepada Dinas Perhubungan Kota Medan sejak tahun sebelumnya. Ia juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah memenuhi panggilan Inspektorat Kota Medan untuk memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang viral tersebut.
“Benar saya sudah dipanggil Inspektorat kemarin, tapi terkait detailnya saya rasa itu internal dari pihak inspektorat yang berwenang menjelaskan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas menyatakan bahwa keputusan mengenai status jabatan Syerly masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat. Ia belum memberikan kepastian terkait desakan sejumlah pihak yang meminta agar lurah tersebut diberhentikan dari jabatannya.
“Sedang dalam proses di Inspektur dan kita tunggu prosesnya,” ujar Rico.
Peristiwa ini bermula ketika Rico Waas melakukan peninjauan proyek perbaikan jalan di kawasan Paya Pasir bersama jajaran pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, seorang warga memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan keluhan mengenai minimnya penerangan jalan yang dinilai berdampak pada keamanan lingkungan.
Warga tersebut mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang gelap membuat kawasan tersebut rawan tindak kriminal. Karena belum tersedia lampu penerangan yang memadai, ia mengaku menggunakan dana pribadi untuk membeli sekaligus memasang beberapa lampu jalan.
“Pak nanti izin pasang lampu ya pak. Gelap kali soalnya pak. Banyak kali di sini begal. Ini empat tiang (lampu) saya pasang sendiri pakai duit pribadi,” tutur warga kepada Rico Waas.
Saat warga menyampaikan aspirasinya, Syerly yang berdiri di samping Wali Kota terlihat tertawa dan melontarkan komentar singkat.
“Cie curhat dia,” ucap Syerly sambil tersenyum.
Rekaman video tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak warganet menilai respons sang lurah tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik ketika menerima keluhan warga, sehingga muncul desakan agar Pemerintah Kota Medan memberikan sanksi tegas sesuai hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung.











