Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Purbaya: Destry Bukan Pemain Baru

54
×

Purbaya: Destry Bukan Pemain Baru

Sebarkan artikel ini

Purbaya: Destry Bukan Pemain Baru

Purbaya: Destry Bukan Pemain Baru

Megasora.com – Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan Destry Damayanti yang kini mengemban tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, Destry memiliki pengalaman panjang dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sehingga dinilai mampu menjalankan amanah tersebut secara profesional.

Purbaya menjelaskan bahwa Destry telah lama mengikuti berbagai proses pengambilan kebijakan di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Pengalaman yang diperoleh saat bertugas di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) maupun Bank Indonesia menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan di sektor keuangan.

“Ibu Destry bukan pemain baru. Dia pemain lama. Dia sudah terlibat dengan proses KSSK sudah cukup lama, bahkan dia dulu pemain ganda di LPS dan BI,” kata Purbaya di Kantor LPS, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

Ia menambahkan, pemahaman Destry terhadap kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan sudah teruji. Karena itu, Purbaya optimistis arah kebijakan Bank Indonesia akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pengetahuannya amat baik dan amat mumpuni untuk memastikan kebijakan moneter berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya,” ujarnya.

Destry resmi mengemban tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto pada 25 Juli 2026 dengan alasan pribadi. Penetapan tersebut diputuskan melalui Rapat Dewan Gubernur BI yang berlangsung sehari setelahnya.

“Dewan Gubernur dalam Rapat Dewan Gubernur tanggal 26 Juli 2026 menetapkan Deputi Gubernur Senior, saudari Destry Damayanti, sebagai Pejabat Gubernur Sementara sesuai Pasal 50 ayat 2 Undang-Undang Bank Indonesia,” ujar Destry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7).

Dalam kesempatan itu, Destry memastikan seluruh fungsi Bank Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia menegaskan bahwa bank sentral akan terus menjalankan mandat untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, memperkuat sistem pembayaran nasional, serta mendukung terjaganya stabilitas sistem keuangan.

Selain itu, Destry menekankan pentingnya penerapan tata kelola kelembagaan yang profesional dan berintegritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, prinsip tersebut akan terus menjadi landasan kerja Bank Indonesia di bawah kepemimpinannya sebagai pejabat sementara.

Ia juga memastikan koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah tetap berlangsung secara intensif demi menjaga efektivitas kebijakan ekonomi nasional. Sinergi antarlembaga, menurut Destry, menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika perekonomian global maupun domestik.

“Kami akan terus menjalankan tugas dan mandat yang diberikan kepada kami seperti biasa kita berlaku selama ini dan sesuai dengan best practice internasional juga dan yang kami lakukan selama ini,” tutur Destry.

Lebih lanjut, Destry menjelaskan bahwa setiap keputusan strategis di Bank Indonesia lahir melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Pembahasan dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat komite hingga diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di Bank Indonesia tidak bertumpu pada satu orang, melainkan mengedepankan prinsip kolektif kolegial. Dengan mekanisme tersebut, seluruh anggota Dewan Gubernur berperan aktif dalam menentukan arah kebijakan lembaga.

“Jadi tentunya nanti kami berlima di sini akan juga terus melanjutkan tugas dan amanah yang harus dijalankan oleh Bank Indonesia secara kolektif kolegial,” kata Destry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *