Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Ditinggal Orangtua, 2 Anak Tewas Terjebak Kebakaran

55
×

Ditinggal Orangtua, 2 Anak Tewas Terjebak Kebakaran

Sebarkan artikel ini

Ditinggal Orangtua, 2 Anak Tewas Terjebak Kebakaran

ilustrasi, Ditinggal Orangtua, 2 Anak Tewas Terjebak Kebakaran

Megasora.com – Jakarta, Dua anak ditemukan meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran rumah di Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, Minggu (30/8/2026) dini hari.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 02.44 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Mesuji pertama kali menerima informasi kejadian melalui layanan Call Center 112.

Kasat Pol PP Kabupaten Mesuji Ronal mengatakan, laporan kebakaran disampaikan oleh Kepala Desa Budi Aji, Nurul. Mendapat informasi tersebut, petugas Regu C Damkarmat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera bergerak menuju lokasi kejadian.

“Begitu menerima laporan, personel langsung kami kerahkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan kebakaran,” kata Ronal, Minggu (30/8/2026).

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 03.01 WIB. Saat itu, kobaran api masih melalap bagian rumah. Di tengah upaya pemadaman, petugas memperoleh informasi bahwa terdapat dua anak yang masih berada di dalam bangunan.

Kedua korban diketahui bernama Oktananda Putra Ilham (15) dan Anindya Putri Ilham (11). Keduanya berada di rumah ketika kebakaran berlangsung, sementara kedua orang tua mereka sedang tidak berada di lokasi.

Ronal menjelaskan, petugas langsung berupaya mencari kedua anak tersebut di tengah kondisi rumah yang masih dilanda api. Tim melakukan evakuasi sambil terus berusaha mengendalikan kobaran api agar pencarian dapat berlangsung dengan aman.

“Kami mendapat informasi ada anak-anak yang terjebak di dalam rumah karena ditinggal oleh kedua orang tuanya. Tim kemudian melakukan evakuasi,” ujar Ronal.

Setelah melakukan pencarian, petugas menemukan kedua korban di dalam rumah. Namun, kondisi keduanya sudah tidak bernyawa. Petugas kemudian mengevakuasi jasad kedua anak tersebut dari lokasi kebakaran.

“Jadi ada dua korban meninggal dunia, satu laki-laki dan satu perempuan. Keduanya sudah dievakuasi oleh petugas,” jelas Ronal.

Rumah yang mengalami kebakaran tersebut memiliki ukuran sekitar 8 x 12 meter. Untuk menangani kobaran api, Damkarmat Kabupaten Mesuji mengerahkan dua kendaraan pemadam, masing-masing Isuzu Truck 01 dan Hino 04.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga melanjutkan proses pendinginan setelah api berhasil dikendalikan. Tahap pendinginan berlangsung sekitar tiga jam guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali memicu kebakaran.

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan tiga tangki air untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan. Upaya tersebut juga dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Dua bangunan ruko yang berdiri di sekitar rumah korban berhasil diselamatkan dari kobaran api. Petugas terus melakukan penyisiran hingga memastikan kondisi lingkungan sekitar tidak lagi menghadapi ancaman api.

“Dua bangunan ruko masih dapat diselamatkan. Setelah api berhasil dipadamkan, personel melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api,” kata Ronal.

Sekitar pukul 06.00 WIB, petugas menyatakan situasi di lokasi telah aman dan terkendali. Setelah seluruh proses penanganan selesai, petugas melakukan pemeriksaan terhadap area rumah yang terbakar untuk memastikan tidak ada sumber api yang tersisa.

Rumah tersebut diketahui milik Ilham Purnomo (48), warga Desa Budi Aji yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta. Kebakaran menyebabkan bangunan rumah mengalami kerusakan akibat kobaran api.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, petugas menduga kebakaran bermula dari gangguan pada instalasi listrik. Meski demikian, pihak terkait masih melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Untuk penyebab sementara diduga akibat korsleting listrik. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 300 juta,” pungkas Ronal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *