Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik

105
×

Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik

Sebarkan artikel ini

Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik

Polres Metro Jakarta Pusat Selidiki Laporan Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay

Megasora.com – Jakarta, Polres Metro Jakarta Pusat tengah menangani laporan dugaan penculikan yang melibatkan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi ketika korban menghadiri acara ulang tahun keluarganya di sebuah restoran yang berada di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. Saat ini, penyidik masih melakukan serangkaian penyelidikan guna memastikan kronologi dan fakta yang sebenarnya.

“Saat ini masih kami dalami untuk memastikan seluruh fakta yang terjadi,” kata AKBP Roby Heri Saputra.

Laporan tersebut telah tercatat secara resmi dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Polisi kini terus mengumpulkan keterangan saksi serta berbagai alat bukti yang diperlukan untuk mengungkap dugaan tindak pidana tersebut.

Kuasa hukum keluarga korban, Andi Darti, menjelaskan bahwa insiden itu diduga berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar.

Menurut Andi, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi, Jesslyn diduga mengalami penculikan sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai. Saat itu, mata korban disebut ditutup sebelum dua pria bertubuh besar membawanya menuju sebuah mobil berwarna hitam.

“Korban sempat berteriak meminta tolong dan berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil,” ujar Andi.

Sejak kejadian tersebut, keluarga maupun rekan-rekan Jesslyn mengaku tidak lagi dapat menghubungi korban. Nomor telepon seluler yang diduga digunakan Jesslyn juga disebut tidak aktif sehingga komunikasi terputus.

Andi menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta menelusuri beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.

Selain itu, keluarga memperoleh informasi yang masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut. Berdasarkan informasi tersebut, Jesslyn diduga melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026. Meski demikian, informasi tersebut hingga kini masih dalam tahap verifikasi oleh penyidik.

Di sisi lain, keluarga juga menerima kabar bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran. Namun, informasi tersebut juga belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih menjadi bagian dari proses pendalaman penyidik.

Andi menegaskan bahwa seluruh informasi yang beredar saat ini belum dapat dijadikan kesimpulan akhir karena penyelidikan masih berlangsung. Ia berharap aparat kepolisian dapat menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan.

“Kami berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel,” tutur Andi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *