Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031

47
×

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031

Sebarkan artikel ini

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031

Megasora.com – Jakarta, KH Abdul Hakim Mahfudz, atau lebih dikenal dengan sapaan Gus Kikin, resmi menduduki posisi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8).

Gus Kikin memperoleh mandat melalui proses Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Sebelum penetapan, ia menjadi kandidat dengan perolehan suara terbanyak dalam pemilihan yang diikuti para muktamirin. Gus Kikin mengantongi 472 suara, sekaligus menempatkannya di posisi teratas dari lima nama yang masuk dalam bursa Ketua Umum PBNU.

Keputusan akhir mengenai kepemimpinan PBNU kemudian ditetapkan melalui musyawarah sembilan anggota AHWA. Pengumuman hasil musyawarah disampaikan anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, bersama sejumlah kiai sepuh lainnya dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

“Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,” ujar KH Anwar saat membacakan keputusan AHWA, Senin pagi.

Menurut KH Anwar, proses musyawarah AHWA berlangsung secara tertutup di Ndalem Kasepuhan. Para anggota majelis menjalankan rapat mulai pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB sebelum menghasilkan keputusan mengenai sosok yang akan memimpin PBNU untuk periode lima tahun mendatang.

Rangkaian rapat tersebut diawali dengan pembacaan Ummul Quran. Setelah seluruh anggota menyampaikan pandangan dan mencapai kesepakatan, acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur. Keputusan tersebut selanjutnya dituangkan dalam berita acara resmi.

KH Anwar mengatakan berita acara penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU telah memperoleh tanda tangan dari seluruh sembilan anggota AHWA. Kesembilan kiai tersebut menjalankan proses musyawarah hingga menghasilkan keputusan secara mufakat.

Sembilan anggota AHWA yang menetapkan Gus Kikin terdiri atas KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj, dan KH Abun Bunyamin. KH Miftakhul Akhyar sendiri terpilih kembali sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.

Sebelum keputusan AHWA ditetapkan, lima kandidat telah memperoleh dukungan muktamirin dan memenuhi syarat untuk masuk dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU. Gus Kikin menempati peringkat pertama dengan 472 suara.

Di bawah Gus Kikin, terdapat KH Zulfa Mustofa yang memperoleh 262 suara. Kemudian KH Abdussalam Sochib atau Gus Salam mengumpulkan 261 suara, disusul KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dengan 258 suara. Sementara itu, KH Abdul Ghofar Rozin atau Gus Rozin memperoleh 155 suara.

Terpilihnya Gus Kikin menambah catatan penting dalam perjalanan kepemimpinan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ia lahir pada 17 Agustus 1958 dan memiliki hubungan keluarga dengan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, salah satu ulama yang mendirikan Nahdlatul Ulama.

Gus Kikin juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia melanjutkan amanah kepemimpinan pesantren tersebut setelah pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, meninggal dunia pada 2020.

Pengalaman Gus Kikin dalam organisasi NU juga cukup panjang. Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, ia dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur untuk masa khidmah 2024-2029. Ia juga pernah mendapatkan kepercayaan sebagai salah satu ketua di lingkungan PBNU.

Jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, PWNU Jawa Timur secara resmi memberikan mandat kepada Gus Kikin untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU. Mandat tersebut diterimanya pada Juli 2026 sebagai bagian dari proses pencalonan menjelang forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut.

Dalam pencalonannya, Gus Kikin membawa sejumlah gagasan yang berkaitan dengan penguatan organisasi dan pemberdayaan warga NU. Salah satu agenda yang ia tekankan ialah menghidupkan kembali pemahaman terhadap Qanun Asasi NU sebagai landasan utama dalam menjalankan roda organisasi.

Selain aspek kelembagaan, Gus Kikin juga menaruh perhatian terhadap penguatan adab serta kesinambungan sanad keilmuan. Menurut gagasan yang dibawanya, kedua aspek tersebut memiliki peran penting dalam menjaga karakter dan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama di tengah perkembangan zaman.

Di bidang ekonomi, Gus Kikin mendorong agar potensi warga NU dapat dikembangkan secara lebih optimal. Penguatan ekonomi warga menjadi salah satu bagian dari agenda yang ia tawarkan dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU.

Dengan keputusan Muktamar ke-35 NU tersebut, Gus Kikin kini memperoleh mandat untuk memimpin PBNU selama lima tahun ke depan. Kepemimpinannya diharapkan dapat membawa organisasi semakin kuat dalam menjaga tradisi keulamaan sekaligus menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, dan ekonomi yang dihadapi warga NU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *