Scroll untuk baca artikel
Example floating
Internasional

Trump Ancam Bom Oman

48
×

Trump Ancam Bom Oman

Sebarkan artikel ini

Trump Ancam Bom Oman

Trump Ancam Bom Oman

Megasora.com – Jakarta, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman di tengah upaya Washington mencari jalan keluar dari ketegangan dengan Iran terkait Selat Hormuz.

Trump mengatakan Amerika Serikat siap mengambil tindakan militer terhadap Oman apabila negara tersebut dianggap menghambat proses yang sedang ditempuh Washington untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada jurnalis Fox News, Trey Yingst, pada Senin (17/8/2026). Dalam keterangannya, Trump bahkan menggunakan ancaman serangan militer secara terbuka terhadap Oman.

“Jika Oman menghalangi, kami akan mengebom mereka habis-habisan,” ujar Trump, seperti dikutip Yingst.

Ancaman tersebut muncul ketika Oman tengah menjalankan peran diplomatik dalam pembicaraan dengan Iran mengenai masa depan pelayaran di Selat Hormuz. Pada saat yang sama, pemerintahan Trump juga berupaya membuka jalur negosiasi secara langsung dengan pihak Iran.

Oman dan Iran diketahui telah melakukan pembahasan selama beberapa pekan untuk merumuskan pengaturan mengenai aktivitas pelayaran di kawasan Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin menyampaikan bahwa kedua negara sedang menyusun sebuah deklarasi bersama sebagai bagian dari pembicaraan tersebut.

Perselisihan mengenai Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama ketegangan antara Washington dan Teheran. Trump dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kendali atas jalur perairan strategis tersebut, meskipun aktivitas pelayaran internasional di kawasan itu masih sangat terbatas.

Iran secara efektif membatasi akses melalui Selat Hormuz sejak konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah pecah pada 28 Februari. Langkah tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi dan komoditas dunia.

Pada Jumat (14/8/2026), Trump juga menyampaikan rencana untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat. Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Iran yang menegaskan bahwa Teheran tetap menganggap jalur perairan strategis tersebut berada dalam kendalinya.

Sebelum konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat, Selat Hormuz berfungsi sebagai jalur pelayaran internasional yang terbuka. Kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan energi dari kawasan Timur Tengah menuju pasar global.

Posisi geografis Selat Hormuz turut membuat ketegangan semakin kompleks. Wilayah pesisir Iran berada di bagian utara selat, sementara Oman berada di sisi selatan. Kondisi tersebut menjadikan kedua negara memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan dan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.

Bagi Iran, kendali terhadap akses di Selat Hormuz juga menjadi instrumen strategis dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat. Teheran memanfaatkan posisi tersebut sebagai salah satu alat tawar dalam menghadapi upaya Washington melemahkan kemampuan militernya sekaligus menekan Iran terkait program nuklir.

Trump sendiri menyatakan bahwa dirinya tidak berada dalam posisi terburu-buru untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Pernyataan itu muncul ketika konflik tersebut mulai menjadi isu politik domestik di Amerika Serikat menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.

Dalam pemilu tersebut, Partai Demokrat berupaya mengambil alih kendali Kongres dari Partai Republik. Situasi itu membuat kebijakan pemerintahan Trump terhadap Iran dan konflik Timur Tengah berpotensi menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian publik Amerika.

Selain menyampaikan ancaman terhadap Oman, Trump juga mengklaim pemerintahannya memiliki saluran komunikasi rahasia dengan sejumlah pejabat Garda Revolusi Iran. Menurut Trump, komunikasi tersebut tetap berlangsung meskipun hubungan kedua negara berada dalam situasi yang sangat tegang.

Trump menggambarkan pihak Iran sebagai lawan yang tangguh dalam proses negosiasi. Namun, ia juga mengklaim bahwa kondisi Iran saat ini semakin terdesak akibat konflik dan tekanan yang dihadapi negara tersebut.

“Mereka pemain poker yang bagus, tetapi mereka sedang sekarat,” kata Trump, menurut unggahan Yingst di platform X.

Trump juga menegaskan bahwa Iran harus menunjukkan tanda menyerah dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat. Dalam pernyataan lainnya kepada Yingst, Trump mengatakan Iran perlu “mengibarkan bendera putih tanda menyerah”.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Washington masih mempertahankan tekanan maksimal terhadap Teheran sembari membuka kemungkinan penyelesaian melalui jalur diplomatik. Di sisi lain, keterlibatan Oman dalam pembicaraan dengan Iran membuat posisi negara tersebut semakin penting dalam perkembangan konflik.

Peran Oman selama ini menjadi salah satu jalur komunikasi yang dapat menghubungkan pihak-pihak yang berseberangan. Karena itu, ancaman Trump terhadap Muscat menambah dimensi baru dalam ketegangan yang berpusat pada Selat Hormuz.

Perkembangan situasi di selat tersebut juga berpotensi berdampak luas terhadap perekonomian global. Gangguan terhadap jalur pengiriman energi dapat memengaruhi pasokan minyak dunia, biaya transportasi, serta harga berbagai komoditas di pasar internasional.

Dengan posisi Selat Hormuz sebagai salah satu jalur energi paling strategis, setiap keputusan yang membatasi pelayaran dapat memicu kekhawatiran di berbagai negara. Karena itu, perkembangan negosiasi antara Iran dan Oman serta komunikasi Washington dengan Teheran terus menjadi perhatian masyarakat internasional.

Ancaman Trump terhadap Oman kini menambah tekanan terhadap proses diplomasi yang sedang berlangsung. Ke depan, sikap Iran, Oman, dan Amerika Serikat akan menentukan apakah ketegangan di Selat Hormuz bergerak menuju kesepakatan atau justru semakin meningkatkan risiko konflik terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *