Scroll untuk baca artikel
Example floating
Internasional

Korsel Ungkap Indonesia Gagal Hubungi Pyongyang

66
×

Korsel Ungkap Indonesia Gagal Hubungi Pyongyang

Sebarkan artikel ini

Korsel Ungkap Indonesia Gagal Hubungi Pyongyang

Korsel Ungkap Indonesia Gagal Hubungi Pyongyang

Megasora.com – Jakarta, Pemerintah Korea Selatan mengungkapkan bahwa Indonesia pernah berupaya menjembatani komunikasi antara Seoul dan Pyongyang. Namun, inisiatif tersebut tidak memperoleh respons positif setelah Korea Utara menolak usulan pertemuan yang diajukan.

Informasi tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, kepada para wartawan di Seoul pada Rabu (5/8/2026). Dalam keterangannya, Cho menilai peluang untuk membuka dialog multilateral dengan Korea Utara masih sangat terbatas di tengah kondisi hubungan antarnegara yang belum membaik.

“Pembicaraan multilateral dengan Pyongyang secara realistis sulit dilakukan dalam situasi saat ini,” ujar Cho.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia sempat mengambil langkah diplomatik untuk mempertemukan Korea Selatan dan Korea Utara. Akan tetapi, menurutnya, pemerintah di Pyongyang memilih menolak usulan tersebut sehingga rencana dialog tidak dapat terlaksana.

Cho tidak menguraikan lebih jauh kapan inisiatif dari Indonesia itu diajukan maupun mekanisme yang ditempuh Jakarta dalam mengupayakan pertemuan kedua negara.

Dalam kesempatan yang sama, Cho menyampaikan bahwa persoalan Korea Utara akan menjadi salah satu agenda utama saat dirinya bertemu Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. Pertemuan itu diharapkan dapat membahas perkembangan terbaru di Semenanjung Korea, termasuk berbagai kemungkinan untuk membuka kembali komunikasi antara Seoul dan Pyongyang yang hingga kini masih mengalami kebuntuan.

Pernyataan Cho muncul tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kesediaannya untuk membantu membuka ruang dialog dengan Korea Utara apabila diminta oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.

Saat menghadiri pertemuan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara pada Jumat (31/7/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa Presiden Lee pernah menanyakan kesiapannya untuk melakukan kunjungan ke Pyongyang sebagai bagian dari upaya mendorong komunikasi kedua Korea.

“Dengan hormat, dengan rela kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat,” kata Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif serta menjaga hubungan baik dengan berbagai negara. Menurutnya, posisi tersebut membuat Indonesia dipercaya sebagai mitra yang tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan domestik negara lain, sehingga berpotensi berperan sebagai jembatan diplomasi.

Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan telah menyampaikan apresiasi terhadap kemungkinan kontribusi Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea. Kantor Presiden Korea Selatan menyebut negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Seoul maupun Pyongyang, termasuk Indonesia, dapat memberikan kontribusi positif dalam mendorong terciptanya dialog.

Pemerintahan Presiden Lee Jae Myung juga menegaskan komitmennya untuk terus mencari berbagai peluang kerja sama dengan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan kedua Korea demi membuka kembali jalur komunikasi yang selama ini terhenti.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Korea Selatan maupun Korea Utara. Posisi tersebut selama ini dinilai menjadi aset penting dalam diplomasi Indonesia untuk membantu membangun komunikasi di tengah ketegangan yang masih berlangsung di Semenanjung Korea.

Meski demikian, pernyataan terbaru Menteri Luar Negeri Korea Selatan menunjukkan bahwa salah satu upaya diplomatik yang pernah dilakukan Indonesia belum menghasilkan perkembangan karena usulan dialog tersebut tidak mendapat persetujuan dari pemerintah Korea Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *