Megasora.com – Jakarta, Raja Spanyol Felipe VI dijadwalkan mengunjungi Kota Ceuta setelah wilayah enklave Spanyol di Afrika Utara tersebut mengalami lonjakan kedatangan imigran dari Maroko pada akhir Juli lalu.
Informasi mengenai agenda kunjungan itu disampaikan Wali Kota Ceuta, Juan Jesus Vivas, seusai bertemu Raja Felipe VI di Istana Marivent, Mallorca, Spanyol, pada Kamis (6/8). Menurut Vivas, kepala negara Spanyol tersebut telah menyatakan kesediaannya untuk datang ke Ceuta sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat setempat.
“Raja Felipe VI berkomitmen untuk melakukan kunjungan ini, karena beliau selalu memenuhi kewajibannya. Saya tidak bisa menyebutkan kapan tepatnya, tetapi saya yakin beliau akan menepati janjinya kepada saya dan datang ke Ceuta,” ujar Juan Jesus Vivas.
Selain memastikan rencana kunjungan tersebut, Raja Felipe VI juga menyampaikan dukungan moral kepada masyarakat Ceuta yang terdampak situasi migrasi beberapa waktu lalu. Vivas mengatakan sang raja menyampaikan rasa simpati dan solidaritas kepada warga setelah peristiwa yang berlangsung pada 30 hingga 31 Juli.
Pada penghujung Juli, Ceuta yang merupakan wilayah otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko menghadapi gelombang kedatangan imigran dalam jumlah sangat besar. Arus migrasi tersebut menjadi salah satu tantangan serius bagi pemerintah setempat dalam mengelola keamanan perbatasan dan pelayanan kemanusiaan.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Spanyol, sekitar 72.000 orang memasuki Ceuta selama insiden tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 70.000 orang kemudian kembali ke wilayah Maroko, sementara sisanya masih menjalani penanganan sesuai prosedur yang berlaku.













