Megasora.com – Jakarta, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran TNI untuk turut berperan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan (karhutla).
Teddy mengatakan Prabowo secara khusus meminta prajurit TNI, terutama Bintara Pembina Desa (Babinsa), menyampaikan edukasi tersebut secara langsung kepada masyarakat di wilayah tugasnya. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Arahan tersebut menjadi salah satu perhatian Prabowo dalam pertemuan bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan. Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Menteri Sekretaris Negara.
Pertemuan berlangsung di kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (29/8). Diskusi berlangsung sejak sore hingga malam hari dan membahas sejumlah isu yang berkaitan dengan pertahanan, pendidikan, serta kondisi kebencanaan.
Teddy menjelaskan bahwa Presiden ingin penyampaian informasi mengenai risiko pembakaran hutan dan lahan tidak hanya berlangsung melalui kampanye secara umum. Prabowo menginginkan Babinsa yang berada langsung di tengah masyarakat ikut memberikan pemahaman kepada warga di tingkat desa.
“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama,” ujar Teddy dalam keterangan yang disampaikan Sekretariat Kabinet di Jakarta, Minggu.
Menurut Teddy, keberadaan Babinsa di berbagai wilayah dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla. Edukasi secara langsung kepada masyarakat dinilai penting agar warga memahami dampak pembakaran hutan dan lahan serta ikut menjaga lingkungan di wilayah masing-masing.
Selain membahas pencegahan karhutla, pertemuan tersebut juga menyinggung perkembangan penanganan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia. Salah satu isu yang mendapat perhatian yakni kondisi pascagempa bumi yang terjadi di Flores.
Prabowo juga meminta laporan mengenai penanganan dampak erupsi Gunung Merapi. Pemerintah bersama berbagai unsur terkait terus memantau perkembangan situasi kebencanaan serta langkah penanganan yang diperlukan bagi masyarakat terdampak.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden turut meminta informasi mengenai penyesuaian persyaratan perekrutan prajurit TNI bagi masyarakat dari suku Dayak yang tinggal di wilayah pedalaman. Pembahasan itu menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap akses masyarakat di daerah tersebut untuk mengikuti proses rekrutmen prajurit TNI.
Arahan tersebut menunjukkan perhatian Presiden terhadap penguatan peran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan. Melalui Babinsa, pemerintah juga mendorong peningkatan edukasi masyarakat mengenai isu lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Dengan keterlibatan Babinsa dalam memberikan edukasi, masyarakat di tingkat desa diharapkan semakin memahami pentingnya mencegah pembakaran hutan dan lahan. Kesadaran bersama antara aparat dan warga menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga hutan serta lahan dari ancaman kebakaran.













