Megasora.com – Jakarta, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintah atas kebijakan penyesuaian margin penugasan Bulog menjadi 7 persen. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah terhadap peran Bulog dalam menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Rizal menyampaikan pernyataan itu usai menghadiri acara tasyakuran dan doa bersama yang digelar di Jakarta, Senin (3/8) malam. Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai ungkapan rasa syukur atas terbitnya Peraturan Badan Pangan Nasional yang menetapkan besaran margin baru bagi penugasan penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa doa bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk rasa syukur atas dukungan yang diberikan pemerintah kepada Bulog. Menurut Rizal, kebijakan tersebut menjadi dorongan penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Kegiatan kita ini kan diawali dengan doa bersama. Maksud kami itu kegiatan doa itu sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan, kepada Allah SWT, (karena pemerintah) telah menaikkan margin fee bagi Bulog jadi 7 persen,” kata Rizal.
Dalam kesempatan itu, Rizal menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya memberikan perhatian besar terhadap penguatan peran Bulog. Ia juga mengapresiasi dukungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) bersama seluruh anggota Komisi IV DPR RI yang selama ini mendukung berbagai kebijakan strategis Bulog.
Menurut Rizal, kenaikan margin penugasan merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap kinerja Bulog dalam menjalankan berbagai amanah negara, terutama menjaga stok beras nasional dan menyerap hasil panen petani. Ia menilai kebijakan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan Bulog untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Intinya dengan diberikan kenaikan margin fee jadi 7 persen, itu tuh kita dikasih rezeki. Jadi upaya kita yang selama ini, dikasih reward, penghargaan dari pemerintah. Ini kan reward dari pemerintah,” ujarnya.
Pemerintah melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 29 Juli 2026 menetapkan penyesuaian margin penugasan Bulog menjadi 7 persen atau sekitar Rp970 per kilogram beras. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan skema sebelumnya yang hanya berkisar Rp50 per kilogram.
Rizal mengatakan kebijakan itu akan memperkuat kemampuan Bulog dalam menjalankan berbagai penugasan pemerintah. Hingga awal Agustus 2026, realisasi penyerapan gabah petani yang dikonversi menjadi setara beras telah melampaui 3,5 juta ton dari target 4 juta ton sepanjang tahun ini. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Selain memperoleh penyesuaian margin, Bulog juga mendapatkan dukungan berupa penurunan bunga pinjaman perbankan dari sebelumnya 8 persen menjadi 5 persen. Skema baru tersebut membuat Bulog hanya menanggung 3 persen bunga, sementara 2 persen sisanya disubsidi pemerintah.
“Suku bunga pinjaman bank turun dari 8 persen menjadi 5 persen. Dimana dari 5 persen itu, 3 persen di antaranya dicicil Bulog, sedangkan yang 2 persen disubsidi oleh pemerintah. Itu kan syukur sekali, kita bersyukur sekali,” tutur Rizal.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghemat beban pembayaran bunga lebih dari Rp1,07 triliun. Efisiensi itu diyakini akan memperkuat kondisi keuangan perusahaan sehingga Bulog optimistis dapat membukukan neraca positif sekitar Rp1,14 triliun hingga akhir 2026.
Lebih lanjut, Rizal memastikan tambahan margin yang diterima Bulog tidak hanya digunakan untuk memperkuat keuangan perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu fokusnya ialah meningkatkan pemeliharaan kualitas beras Cadangan Beras Pemerintah agar masyarakat menerima produk dengan mutu terbaik.
“Kami akan meningkatkan pemeliharaan dan perawatan beras-beras Bulog sehingga beras yang disalurkan kepada rakyat adalah beras yang terbaik dan berkualitas,” katanya.
Selain itu, Bulog juga akan memperkuat dukungan operasional bagi petugas gudang dan lapangan, termasuk melakukan renovasi serta optimalisasi fasilitas penyimpanan di berbagai daerah, terutama wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP). Menurut Rizal, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme, memperbaiki kualitas layanan, dan mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
“Bulog pasti akan meningkatkan kualitas dan pelayanan kepada masyarakat yang terbaik, yaitu dengan meningkatkan dukungan operasional kepada gudang-gudang termasuk yang di daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan),” ujar Rizal.













