Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Skripsi Batal, Mahasiswa Undana Depresi

75
×

Skripsi Batal, Mahasiswa Undana Depresi

Sebarkan artikel ini

Skripsi Batal, Mahasiswa Undana Depresi

Skripsi Batal, Mahasiswa Undana Depresi

Megasora.com – Jakarta, Kasus yang menimpa Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, menarik perhatian pemerintah setelah kondisi kesehatannya menurun akibat pembatalan ujian skripsi yang dijadwalkan sebelumnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menunjukkan kepeduliannya dengan menghubungi Jessica melalui panggilan video. Dalam percakapan tersebut, Menteri menyampaikan dukungan moral sekaligus memastikan pemerintah akan mengawal proses penyelesaian pendidikan Jessica hingga tuntas.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Jefri S. Bale, mengatakan komunikasi tersebut menjadi bentuk perhatian langsung dari pemerintah terhadap kondisi mahasiswi tersebut.

“Pak Menteri sudah berkomunikasi langsung melalui video call dengan adik Jessica, menanyakan kesehatannya dan memastikan bahwa Kementerian mendukung penyelesaian studinya hingga menjadi sarjana,” ujar Jefri, Minggu (2/8/2026).

Menurut Jefri, kondisi Jessica mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan meskipun masih menjalani perawatan medis. Ia menjelaskan bahwa Jessica sendiri mengaku kesehatannya perlahan membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Kami melihat adik Jessica sudah sedikit membaik. Masih ada kendala kesehatan, tetapi yang bersangkutan mengatakan kondisinya lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya,” kata Jefri.

Sebagai bentuk kepedulian, jajaran pimpinan Universitas Nusa Cendana bersama Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Ketua Program Studi, para dosen, serta rekan-rekan mahasiswa turut memberikan dukungan dengan menjenguk Jessica selama menjalani perawatan.

Di sisi lain, pihak universitas terus menindaklanjuti persoalan akademik yang menjadi awal munculnya kasus tersebut. Rektor menyampaikan bahwa kampus telah membuka ruang komunikasi dengan seluruh pihak terkait sejak polemik pembatalan ujian skripsi mencuat ke publik. Selain itu, proses penelusuran internal masih berlangsung untuk mengetahui secara menyeluruh penyebab dan kronologi kejadian.

Sebelumnya, Jessica harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang setelah mengalami depresi dan serangan panik. Kondisi itu diduga berkaitan dengan pembatalan ujian skripsi serta perubahan dosen penguji yang terjadi secara mendadak menjelang pelaksanaan sidang.

Universitas juga meminta keluarga Jessica agar memusatkan perhatian pada proses pemulihan kesehatan terlebih dahulu. Kampus menegaskan bahwa hak-hak akademik Jessica tetap menjadi tanggung jawab institusi dan akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta keluarga fokus pada pemulihan kesehatan Jessica terlebih dahulu. Untuk kelanjutan studi, kami pastikan seluruh hak akademiknya tetap akan dipenuhi,” tegas Jefri.

Pihak universitas berharap kondisi Jessica segera pulih sehingga dapat kembali mengikuti seluruh tahapan akademik hingga menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan baik. Kampus juga berkomitmen memberikan pendampingan selama proses tersebut berlangsung agar hak mahasiswa tetap terlindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *