Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Kemkomdigi Genjot Kapasitas UMKM Perempuan

47
×

Kemkomdigi Genjot Kapasitas UMKM Perempuan

Sebarkan artikel ini

Kemkomdigi Genjot Kapasitas UMKM Perempuan

Kemkomdigi Genjot Kapasitas UMKM Perempuan

Megasora.com – Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperluas berbagai program pemberdayaan bagi perempuan yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha perempuan agar mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana mengembangkan bisnis sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kemkomdigi, Marroli J. Indarto, menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu aspek penting yang terus didorong pemerintah. Menurutnya, jumlah pelaku UMKM perempuan memang sangat besar, tetapi kesempatan mereka untuk memperluas usaha masih menghadapi berbagai tantangan dibandingkan pelaku usaha lainnya.

“Besarnya jumlah pelaku usaha perempuan belum otomatis menghadirkan kesempatan yang sama bagi semua. Tantangan utama bukan terletak pada kemampuan mereka untuk berkembang, melainkan masih terbatasnya akses dan peluang yang dapat membantu mereka naik ke tingkat usaha yang lebih tinggi,” ujar Marroli.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan sekitar 64,5 persen dari total 65,5 juta pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Kendati demikian, proporsi perempuan sebagai pemilik usaha cenderung menurun ketika skala bisnis berkembang menjadi lebih besar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk terus menghadirkan berbagai program yang memperkuat kapasitas, memperluas jejaring, serta membuka akses yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kemkomdigi menyelenggarakan kegiatan bertajuk “She-Connects: Perempuan Go Digital, UMKM Go Beyond” di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (29/7). Kegiatan itu melibatkan sekitar 250 peserta yang berasal dari kalangan pelaku UMKM, komunitas bisnis, perguruan tinggi, hingga ekosistem digital.

Melalui forum diskusi tersebut, Kemkomdigi berharap peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga membangun relasi yang lebih luas untuk mendukung perkembangan usaha mereka. Program ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang dapat mendorong perempuan semakin percaya diri menghadapi persaingan bisnis di era digital.

Marroli menilai kolaborasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan usaha perempuan. Menurutnya, jaringan yang kuat mampu membuka akses terhadap peluang bisnis, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar forum berbagi pengalaman. Acara ini harus mampu menghadirkan koneksi, memperkuat kapasitas, serta membuka peluang kolaborasi yang dapat mendorong usaha perempuan berkembang lebih jauh,” kata Marroli.

Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. Mereka ialah pelaku UMKM sekaligus kreator konten Ayana Jihye Moon, pendiri Doesoen Roti dan The Overtee Stefani Angelia, serta pendiri Namira Ecoprint Yayuk Agustin.

Ketiga pembicara membagikan pengalaman mereka dalam membangun usaha dari tahap awal hingga berkembang, termasuk strategi memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Mereka juga menekankan pentingnya inovasi, konsistensi, dan kolaborasi sebagai kunci menghadapi dinamika dunia usaha yang terus berubah.

Melalui berbagai program pemberdayaan seperti ini, Kemkomdigi berharap semakin banyak perempuan Indonesia mampu meningkatkan kualitas usahanya, memperluas jaringan bisnis, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *