Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menjelaskan bahwa proses penjaringan bakal calon ketua umum berlangsung secara terbuka dan inklusif. Ia menekankan bahwa setiap kader memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri. Syarat utama yang wajib dipenuhi ialah terdaftar sebagai anggota resmi PSI serta memiliki kartu tanda anggota yang sah. Andy menegaskan bahwa partai tidak membatasi figur tertentu selama memenuhi ketentuan internal organisasi.
Masa pendaftaran tahap awal dijadwalkan berlangsung hingga akhir Mei 2025. Setelah periode tersebut berakhir, panitia akan melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh berkas pendaftar. PSI juga berkomitmen menerapkan mekanisme pemilihan “satu anggota satu suara” dalam menentukan ketua umum yang baru. Skema ini diyakini dapat memperkuat prinsip demokrasi internal serta memberi kesempatan luas bagi seluruh anggota untuk menentukan arah kepemimpinan partai.
Nama Jokowi mulai diperbincangkan setelah sejumlah kader menyatakan dukungan terbuka terhadapnya. Beberapa pengurus wilayah bahkan mengungkapkan harapan agar mantan presiden tersebut bersedia memimpin PSI. Menanggapi hal itu, Andy mengingatkan bahwa Jokowi harus terlebih dahulu tercatat sebagai anggota resmi PSI sebelum dapat mengikuti proses pencalonan.
Selain Jokowi, sejumlah nama lain turut masuk dalam radar kandidat potensial. Ketua umum PSI saat ini, Kaesang Pangarep, juga disebut berpeluang kembali maju dalam kontestasi internal tersebut. Dinamika ini menunjukkan persaingan yang terbuka menjelang pemilihan raya partai.
PSI menyatakan bahwa peluang bagi Jokowi maupun tokoh lain tetap terbuka lebar. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan masing-masing figur yang berminat. Momentum ini sekaligus mencerminkan geliat politik internal PSI yang semakin kompetitif. Partai berharap proses ini mampu memperkuat citra PSI sebagai organisasi politik yang transparan, partisipatif, dan demokratis di mata publik.