Scroll untuk baca artikel
Example floating
Internasional

Sanksi AS Berlaku, Penerbangan Iran ke Irak-Oman Batal

67
×

Sanksi AS Berlaku, Penerbangan Iran ke Irak-Oman Batal

Sebarkan artikel ini

Sanksi AS Berlaku, Penerbangan Iran ke Irak-Oman Batal

Sanksi AS Berlaku, Penerbangan Iran ke Irak-Oman Batal

Megasora.com – Jakarta, Penerbangan dari Iran menuju Baghdad, Irak, dan Muscat, Oman, dihentikan mulai Selasa (22/9/2026) malam. Penghentian tersebut dilakukan beberapa jam sebelum sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap sektor penerbangan Iran mulai diberlakukan.

Kantor berita Tasnim, mengutip keterangan juru bicara penerbangan sipil Iran, melaporkan bahwa Bandara Internasional Baghdad dan Bandara Muscat tidak lagi menerima penerbangan dari Iran.

“Bandara Baghdad dan Muscat tidak akan lagi menerima penerbangan Iran,” demikian laporan Tasnim yang dikutip AFP.

Meski dua rute tersebut dihentikan, penerbangan internasional Iran menuju sejumlah negara lainnya masih beroperasi. Salah satunya adalah rute menuju Istanbul, Turkiye, yang disebut masih berjalan normal tanpa kendala berarti.

Otoritas penerbangan Iran juga tengah mencari alternatif untuk penerbangan menuju Baghdad. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengalihkan penerbangan ke Najaf, Irak, yang menjadi salah satu tujuan penting bagi peziarah asal Iran.

Sementara itu, pembicaraan antara pihak Iran dan Oman mengenai penerbangan kedua negara masih berlangsung. Informasi tersebut disampaikan kantor berita ISNA.

Irak Disebut Akan Mengikuti Larangan

Pemerintah Irak hingga kini belum secara resmi mengumumkan kebijakan terkait penghentian penerbangan dari Iran. Namun, sejumlah sumber, termasuk seorang pejabat senior pemerintah Irak, mengatakan kepada AFP bahwa Baghdad akan mengikuti larangan tersebut.

Kebijakan itu berkaitan dengan langkah AS yang pada awal September 2026 memasukkan sektor penerbangan Iran ke dalam daftar hitam. Washington juga memperingatkan bahwa organisasi atau pihak asing yang melakukan kerja sama dengan maskapai Iran dapat dikenai sanksi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan pada Senin (21/9/2026) bahwa maskapai Iran akan menghadapi hambatan besar untuk beroperasi mulai Rabu setelah sanksi diberlakukan.

“Semua maskapai Iran akan ditutup di seluruh dunia,” ujar Bessent dalam wawancara dengan CNBC.

Maskapai Iran Sudah Lama Terkena Sanksi

Sektor penerbangan Iran bukan kali pertama menghadapi pembatasan dari negara-negara lain. Industri penerbangan negara tersebut telah menjadi sasaran berbagai sanksi internasional selama bertahun-tahun.

Iran saat ini memiliki sekitar 27 maskapai, meski sebagian besar melayani penerbangan domestik. Untuk rute internasional, Iran Air sebagai maskapai nasional dan Mahan Air sebagai maskapai swasta menjadi dua operator utama.

Kedua maskapai tersebut terutama melayani sejumlah negara tetangga Iran, selain memiliki rute menuju beberapa negara lain seperti Rusia dan China.

Dalam perkembangan terbaru, Georgia pada Senin juga melarang maskapai Iran beroperasi di wilayah udaranya. Di sisi lain, Mahan Air mengumumkan penghentian penerbangan menuju Turkiye setelah mendapat permintaan dari pemerintah negara tersebut.

Serangkaian pembatasan tersebut membuat akses penerbangan internasional bagi warga Iran semakin terbatas, baik bagi mereka yang hendak bepergian ke luar negeri maupun yang ingin kembali ke Iran.

Sebelumnya, serangan Israel dan AS terhadap Iran pada akhir Februari menyebabkan wilayah udara Iran ditutup sepenuhnya. Aktivitas penerbangan kemudian kembali dibuka secara bertahap.

Namun, dalam kondisi saat ini, penerbangan yang membawa penumpang keluar dari Iran masih dibatasi dan hanya maskapai Iran yang diperbolehkan melayani keberangkatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *