Megasora.com – Jakarta, Stasiun LRT Jakarta Manggarai memiliki posisi yang cukup tinggi dibandingkan sejumlah stasiun lainnya. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan letak jalur LRT yang dibangun melintas di atas jalur kereta api.
VP Corporate Secretary Jakpro, Muhamad Alfin Rinaldyansyah, menyampaikan bahwa ketinggian struktur Stasiun LRT Manggarai telah ditentukan melalui perencanaan serta kajian teknis sejak tahap awal pembangunan.
“Ketinggian Stasiun LRT Jakarta Manggarai dibangun berdasarkan perencanaan dan kajian teknis yang telah ditetapkan sejak awal,” ujar Alfin saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (18/9/2026).
Menurut Alfin, jalur LRT di kawasan Manggarai berada tepat di atas jalur kereta api yang menggunakan sistem double track. Kondisi tersebut membuat konstruksi jalur layang harus menyesuaikan keadaan eksisting di lokasi.
“Posisi stasiun yang berada di atas jalur kereta api double track membuat struktur LRT perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Ia menjelaskan, penentuan elevasi jalur LRT tidak semata-mata berkaitan dengan desain bangunan. Ketinggian tersebut juga diperlukan untuk memenuhi aspek keselamatan serta menyediakan ruang bebas yang cukup antara jalur LRT dan rel kereta api yang berada di bawahnya.
“Penyesuaian ketinggian tersebut dilakukan untuk memenuhi standar keselamatan dan memastikan jarak bebas (clearance) yang memadai antara jalur LRT dan jalur kereta api di bawahnya,” jelas Alfin.
Dengan pengaturan tersebut, Jakpro memastikan keberadaan jalur LRT di atas rel kereta api tidak mengganggu aktivitas perjalanan kereta yang melintas di bawahnya.
“Dengan demikian, operasional LRT dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan tidak mengganggu perjalanan kereta api,” pungkasnya.
Ketinggian Jalur Mencapai 36 Meter
Alfin menambahkan, jalur layang LRT di kawasan Manggarai memiliki ketinggian yang bervariasi. Elevasinya berada pada kisaran 28 hingga 36 meter.
“Ketinggian jalur layang di kawasan Manggarai berkisar antara 28 hingga 36 meter,” ungkapnya.
Kondisi tersebut turut membuat akses penumpang menuju peron membutuhkan waktu lebih panjang. Stasiun LRT Manggarai sendiri terdiri atas tiga lantai dengan sejumlah akses menuju area peron.
Penumpang dapat memilih beberapa fasilitas untuk mencapai peron, mulai dari eskalator, tangga, hingga lift. Pengaturan waktu perjalanan menjadi penting, terutama bagi penumpang yang mengejar jadwal keberangkatan LRT.
Dalam pengujian yang dilakukan detikcom pada Kamis (17/9/2026), perjalanan dari area luar stasiun hingga menuju peron membutuhkan waktu sekitar empat menit dengan menggunakan eskalator.
Perjalanan dimulai dari eskalator pertama yang menghubungkan trotoar atau area luar stasiun dengan lantai dasar. Di lantai tersebut terdapat area gerbang untuk proses tap in dan tap out.
Setelah melewati area gerbang, penumpang masih harus menggunakan tiga eskalator tambahan sebelum akhirnya mencapai peron. Jika dihitung sejak menaiki eskalator pertama, total waktu yang diperlukan untuk mencapai peron sekitar empat menit.
Sementara itu, fasilitas lift disediakan bagi penumpang prioritas. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, serta penumpang lain yang membutuhkan akses tanpa menggunakan eskalator maupun tangga.













