Scroll untuk baca artikel
Example floating
Ekonomi

Menkeu: Gejolak Timteng Dorong Imbal Hasil SBN Meningkat

48
×

Menkeu: Gejolak Timteng Dorong Imbal Hasil SBN Meningkat

Sebarkan artikel ini

Menkeu: Gejolak Timteng Dorong Imbal Hasil SBN Meningkat

Menkeu: Gejolak Timteng Dorong Imbal Hasil SBN Meningkat

Megasora.com – Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi mengungkapkan bahwa peningkatan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memberikan dampak terhadap pasar keuangan domestik, termasuk mendorong kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) bertenor 10 tahun. Hingga akhir triwulan II 2026, yield SBN acuan tersebut tercatat berada di level 7,14 persen atau meningkat 31 basis poin dibandingkan triwulan sebelumnya.

Menurut Purbaya, meningkatnya konflik di kawasan tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia sekaligus memperbesar kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan inflasi global. Kondisi itu mendorong investor mengambil langkah yang lebih berhati-hati dengan mengalihkan investasinya ke aset yang dinilai lebih aman, sehingga memberikan tekanan terhadap pasar obligasi.

Meski menghadapi tekanan dari dinamika global, pemerintah menilai kondisi pasar SBN nasional masih berada dalam situasi yang terkendali. “Kinerja pasar Surat Berharga Negara (SBN) tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang meningkat,” ujar Purbaya dalam konferensi pers hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara berkembang juga mengalami peningkatan yield sejak awal 2026. Turki mencatat kenaikan paling tinggi hingga 524 basis poin, diikuti Filipina sebesar 148 basis poin, Brasil 106 basis poin, Korea Selatan 92 basis poin, Polandia 59 basis poin, dan Afrika Selatan 55 basis poin.

Di sisi lain, minat investor asing terhadap pasar obligasi Indonesia masih menunjukkan tren positif. Sepanjang triwulan II 2026, investor nonresiden membukukan pembelian bersih (net buy) SBN senilai Rp32,09 triliun. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun, nilai pembelian bersih mencapai Rp6,99 triliun.

Perkembangan terbaru hingga 30 Juli 2026 juga menunjukkan arus modal asing tetap masuk ke pasar SBN. Dalam periode berjalan bulan Juli, investor nonresiden mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp6,36 triliun. Adapun secara akumulatif sejak awal tahun, nilai pembelian bersih telah mencapai Rp13,35 triliun. Pada saat yang sama, imbal hasil SBN tenor 10 tahun meningkat 15 basis poin sepanjang Juli dan bertambah 122 basis poin sejak awal tahun hingga menyentuh level 7,29 persen.

Purbaya mengatakan bahwa kondisi tersebut berlangsung di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Faktor yang memengaruhi antara lain perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran setelah gencatan senjata serta kenaikan harga minyak mentah yang terus menjadi perhatian pelaku pasar internasional.

Selain membahas perkembangan pasar keuangan, pemerintah juga menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menegaskan bahwa strategi pembiayaan pemerintah tetap dilakukan secara hati-hati agar mampu menjaga kredibilitas serta keberlanjutan fiskal.

Hingga akhir triwulan II 2026, realisasi pembiayaan anggaran tercatat mencapai Rp452 triliun atau meningkat 59,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut didukung oleh pengelolaan utang yang dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan likuiditas pemerintah, posisi kas negara, serta dinamika yang berkembang di pasar keuangan.

Sementara itu, pendapatan negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan. Di sisi belanja, realisasi pengeluaran negara mencapai Rp1.656 triliun atau meningkat 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp1.298,6 triliun dengan pertumbuhan tahunan mencapai 29,4 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *