Kementerian Kesehatan Suriah menyatakan para korban yang selamat mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam, mulai dari cedera sedang hingga kondisi kritis. Seluruh korban segera dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Sebagai langkah tanggap darurat, pemerintah Suriah menetapkan rumah sakit, direktorat kesehatan, serta bank darah di Provinsi Homs dan Damaskus Pedesaan dalam status siaga penuh. Kebijakan itu dilakukan untuk memastikan pelayanan medis berjalan optimal dan kebutuhan darah bagi korban dapat segera dipenuhi.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih belum diungkap oleh otoritas setempat. Kementerian Dalam Negeri Suriah mengonfirmasi bahwa salah satu kendaraan yang terlibat membawa anggota Pasukan Keamanan Dalam Negeri. Dalam keterangannya, kementerian juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang terdampak tragedi tersebut.
Pemerintah belum memastikan apakah investigasi resmi akan dilakukan untuk mengungkap faktor yang memicu tabrakan maut itu. Aparat masih berfokus pada proses evakuasi korban dan penanganan pascakecelakaan.
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa turut menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden tersebut. Melalui unggahan di platform X, ia memastikan pemerintah akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk membantu para korban.
“Kami telah menginstruksikan agar semua sumber daya yang diperlukan dimobilisasi untuk menangani dampak kecelakaan, merawat para korban luka, dan mendukung keluarga para korban,” tulis Presiden Ahmed al-Sharaa.
Di sisi lain, Badan Pertahanan Sipil Suriah melaporkan bahwa kobaran api yang muncul setelah benturan berhasil dipadamkan. Tim penyelamat bergerak cepat mengendalikan situasi sekaligus mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
Dokumentasi yang dibagikan melalui media sosial memperlihatkan sejumlah mobil pemadam kebakaran berada di lokasi untuk menjinakkan api. Foto-foto tersebut juga menunjukkan kondisi kedua bus yang rusak parah akibat benturan keras.
Salah satu kendaraan tampak hangus terbakar, sedangkan bus lainnya mengalami kerusakan berat pada bagian samping. Beberapa kursi penumpang terlihat terpental dan berserakan di sepanjang badan jalan, menggambarkan kuatnya benturan yang terjadi.
Selain memadamkan api, personel pertahanan sipil memberikan pertolongan pertama kepada korban yang terluka sebelum mereka dievakuasi ke rumah sakit bersama tim dari kementerian terkait. Petugas juga melakukan proses pemindahan jenazah korban meninggal dari lokasi kecelakaan.
Kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa masih menjadi persoalan serius di Suriah. Kondisi jalan yang rusak akibat konflik berkepanjangan, minimnya penerangan, lemahnya infrastruktur transportasi, hingga perilaku berkendara yang berisiko kerap disebut sebagai faktor penyebab tingginya angka kecelakaan di negara tersebut.
Situasi ekonomi yang sulit juga berdampak pada sektor transportasi. Banyak kendaraan berusia tua tetap dioperasikan dengan kondisi perawatan yang terbatas, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya.
Beberapa jam sebelum tragedi tersebut terjadi, Badan Pertahanan Sipil Suriah melaporkan telah menangani sedikitnya 19 kecelakaan lalu lintas di berbagai wilayah pada Jumat (24/7/2026). Rangkaian insiden itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka, menunjukkan bahwa keselamatan berkendara masih menjadi tantangan besar di Suriah.













