Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Bromo Membara, Jalur Wisata Ditutup

39
×

Bromo Membara, Jalur Wisata Ditutup

Sebarkan artikel ini

Bromo Membara, Jalur Wisata Ditutup

gunung bromo ilustrasi

Megasora.com – Jakarta, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Blok Bantengan dan mendorong pengelola taman nasional menutup sementara beberapa pintu masuk menuju kawasan wisata Gunung Bromo guna mendukung proses penanganan kebakaran.

Kebijakan penutupan mulai berlaku pada Senin (3/8) pukul 22.00 WIB dan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan. Adapun akses yang dihentikan sementara meliputi pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan wisatawan sekaligus memberikan keleluasaan bagi petugas yang sedang berupaya memadamkan api di lokasi kejadian.

“Untuk kelancaran pemadaman dan keamanan pengunjung, akses melalui Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro kami tutup sementara,” kata Rudijanta pada Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan laporan awal, titik api mulai terlihat di kawasan Blok Bantengan sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga kini, petugas belum dapat memastikan luas lahan yang terdampak karena seluruh personel masih memusatkan perhatian pada upaya pengendalian kebakaran.

“Saat ini tim di lapangan masih fokus penuh pada proses pemadaman. Setelah api dipadamkan dan situasi kondusif, tim khusus akan diterjunkan untuk mengukur luas area yang terbakar,” ujarnya.

Meskipun beberapa jalur masuk ditutup, masyarakat masih dapat mengakses kawasan wisata Gunung Bromo melalui pintu masuk Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo maupun jalur Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.

Pengelola TNBTS juga memberlakukan pembatasan aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung. Pengunjung hanya diperbolehkan berada di kawasan lautan pasir, sedangkan akses menuju Savana ditutup sementara untuk mencegah risiko akibat meluasnya kebakaran.

Balai Besar TNBTS mengimbau seluruh wisatawan, pelaku usaha wisata, dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama berada di kawasan konservasi. Pengelola juga meminta seluruh pihak mematuhi ketentuan yang berlaku, terutama larangan menggunakan api yang berpotensi memicu kebakaran baru di dalam kawasan taman nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *